Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KUR Jateng Tembus Rp42,8 Triliun, Sektor Produksi Serap Rp25,5 Triliun

Kota Semarang
2 min read
KUR Jateng Tembus Rp42,8 Triliun, Sektor Produksi Serap Rp25,5 Triliun
Ilustrasi UMKM di kampung sentra bandeng Tambakrejo, Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
  • Penyaluran KUR di Jawa Tengah hingga Oktober 2026 mencapai Rp42,8 triliun untuk sekitar 760 ribu debitur UMKM, dengan Rp25,5 triliun mengalir ke sektor produksi.

  • Pemerintah menekankan akses pembiayaan perlu disertai pemasaran, pendampingan, dan peningkatan kapasitas agar UMKM dapat memperbesar skala serta produktivitas usaha.

  • Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mendorong kolaborasi pemerintah, kampus, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk menciptakan wirausaha baru serta membantu UMKM naik kelas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah hingga Oktober 2026 mencapai Rp42,8 triliun. Pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada sekitar 760 ribu debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

  1. 1. Pastikan pelaku usaha dapat akses pembiayaan

    Ilustrasi UMKM di Kota Semarang menyediakan barcode QRIS saat mengikuti pameran di Tentrem Mall Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
    Ilustrasi UMKM di Kota Semarang menyediakan barcode QRIS saat mengikuti pameran di Tentrem Mall Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Dari total penyaluran tersebut, sekitar Rp25,5 triliun mengalir ke sektor produksi. Pemerintah menilai pembiayaan sektor produksi penting karena mampu mendorong pertumbuhan usaha sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

    Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza mengatakan, penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan menambah jumlah pelaku usaha. Pemerintah juga perlu memastikan pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan, pemasaran, pendampingan, serta dukungan untuk meningkatkan kapasitas bisnis.

    “Pertumbuhan UMKM membutuhkan wirausaha baru sekaligus fasilitasi melalui pembiayaan, pemasaran, dan pendampingan,” katanya di Semarang, Kamis (8/10/2026).

  2. 2. Sektor produksi jadi perhatian

    Ilustrasi - Sejumlah konsumen singgah di stan pameran UMKM Gayeng 2022 di Mal Paragon Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
    Ilustrasi - Sejumlah konsumen singgah di stan pameran UMKM Gayeng 2022 di Mal Paragon Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Menurut Helvi, sektor produksi mendapat perhatian karena memiliki kemampuan lebih besar dalam menciptakan lapangan kerja dibandingkan sektor lainnya.

    Secara nasional, penyaluran KUR hingga Oktober 2026 tercatat mencapai Rp243 triliun kepada sekitar 3,77 juta UMKM. Sekitar 66 persen atau kurang lebih Rp159 triliun di antaranya disalurkan ke sektor produksi.

    Pemerintah mendorong agar pembiayaan tersebut tidak berhenti pada akses modal, tetapi mampu meningkatkan skala dan produktivitas usaha.

    Di Jawa Tengah, penyaluran KUR sebesar Rp42,8 triliun kepada sekitar 760 ribu debitur menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekosistem UMKM. Dari jumlah tersebut, Rp25,5 triliun disalurkan ke sektor produksi.

  3. 3. Kampus dan pemerintah diminta terlibat

    Ilustrasi pelatihan UMKM di BRI Semarang
    Ilustrasi pelatihan UMKM di BRI Semarang. (IDN Times/Anggun P)

    Helvi menilai, pembiayaan harus berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan pelaku usaha. Maka itu, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain menjadi penting.

    “Kampus adalah dapurnya teknologi dan inovasi, pemerintah daerah memahami potensi serta kekayaan daerahnya. Tiga kekuatan inilah yang harus kita satukan,” ujarnya.

    Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak wirausaha baru sekaligus membantu UMKM yang sudah berjalan untuk naik kelas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More