Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KUR Jateng Tembus Rp42,8 Triliun, Sektor Produksi Serap Rp25,5 Triliun
Ilustrasi UMKM di kampung sentra bandeng Tambakrejo, Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
  • Penyaluran KUR di Jawa Tengah hingga Oktober 2026 mencapai Rp42,8 triliun untuk sekitar 760 ribu debitur UMKM, dengan Rp25,5 triliun mengalir ke sektor produksi.

  • Pemerintah menekankan akses pembiayaan perlu disertai pemasaran, pendampingan, dan peningkatan kapasitas agar UMKM dapat memperbesar skala serta produktivitas usaha.

  • Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mendorong kolaborasi pemerintah, kampus, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk menciptakan wirausaha baru serta membantu UMKM naik kelas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Oktober 2026

Penyaluran KUR di Jawa Tengah mencapai Rp42,8 triliun kepada sekitar 760 ribu debitur UMKM. Sebesar Rp25,5 triliun disalurkan ke sektor produksi.

Kamis (8/10/2026)

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menyatakan penguatan UMKM memerlukan akses pembiayaan, pemasaran, pendampingan, dan peningkatan kapasitas bisnis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Jawa Tengah hingga Oktober 2026 mencapai Rp42,8 triliun, dengan Rp25,5 triliun disalurkan ke sektor produksi.
  • Who?
    Sekitar 760 ribu debitur UMKM di Jawa Tengah menerima KUR. Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menyampaikan pentingnya pembiayaan, pemasaran, dan pendampingan usaha.
  • Where?
    Penyaluran berlangsung di Jawa Tengah. Helvi Moraza menyampaikan keterangannya di Semarang.
  • When?
    Data penyaluran tercatat hingga Oktober 2026. Keterangan Helvi Moraza disampaikan di Semarang pada Kamis, 8 Oktober 2026.
  • Why?
    Pembiayaan sektor produksi didorong karena dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas usaha serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
  • How?
    Pemerintah menyalurkan KUR kepada UMKM dan mendorong kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Tengah, uang KUR Rp42,8 triliun diberikan kepada sekitar 760 ribu usaha kecil sampai Oktober 2026. Sebanyak Rp25,5 triliun dipakai untuk usaha yang membuat barang. Pak Helvi dari Kementerian UMKM bilang usaha kecil juga perlu bantuan jualan dan belajar. Pemerintah, kampus, dan usaha lain diminta bekerja bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penyaluran KUR di Jawa Tengah memperlihatkan ruang penguatan yang nyata bagi UMKM, terutama melalui aliran Rp25,5 triliun ke sektor produksi. Dukungan pembiayaan yang menjangkau sekitar 760 ribu debitur ini semakin bernilai ketika dipadukan dengan pemasaran, pendampingan, teknologi, dan pemahaman pemerintah daerah atas potensi setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah hingga Oktober 2026 mencapai Rp42,8 triliun. Pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada sekitar 760 ribu debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

1. Pastikan pelaku usaha dapat akses pembiayaan

Ilustrasi UMKM di Kota Semarang menyediakan barcode QRIS saat mengikuti pameran di Tentrem Mall Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Dari total penyaluran tersebut, sekitar Rp25,5 triliun mengalir ke sektor produksi. Pemerintah menilai pembiayaan sektor produksi penting karena mampu mendorong pertumbuhan usaha sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza mengatakan, penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan menambah jumlah pelaku usaha. Pemerintah juga perlu memastikan pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan, pemasaran, pendampingan, serta dukungan untuk meningkatkan kapasitas bisnis.

“Pertumbuhan UMKM membutuhkan wirausaha baru sekaligus fasilitasi melalui pembiayaan, pemasaran, dan pendampingan,” katanya di Semarang, Kamis (8/10/2026).

2. Sektor produksi jadi perhatian

Ilustrasi - Sejumlah konsumen singgah di stan pameran UMKM Gayeng 2022 di Mal Paragon Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Menurut Helvi, sektor produksi mendapat perhatian karena memiliki kemampuan lebih besar dalam menciptakan lapangan kerja dibandingkan sektor lainnya.

Secara nasional, penyaluran KUR hingga Oktober 2026 tercatat mencapai Rp243 triliun kepada sekitar 3,77 juta UMKM. Sekitar 66 persen atau kurang lebih Rp159 triliun di antaranya disalurkan ke sektor produksi.

Pemerintah mendorong agar pembiayaan tersebut tidak berhenti pada akses modal, tetapi mampu meningkatkan skala dan produktivitas usaha.

Di Jawa Tengah, penyaluran KUR sebesar Rp42,8 triliun kepada sekitar 760 ribu debitur menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekosistem UMKM. Dari jumlah tersebut, Rp25,5 triliun disalurkan ke sektor produksi.

3. Kampus dan pemerintah diminta terlibat

Ilustrasi pelatihan UMKM di BRI Semarang. (IDN Times/Anggun P)

Helvi menilai, pembiayaan harus berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan pelaku usaha. Maka itu, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain menjadi penting.

“Kampus adalah dapurnya teknologi dan inovasi, pemerintah daerah memahami potensi serta kekayaan daerahnya. Tiga kekuatan inilah yang harus kita satukan,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak wirausaha baru sekaligus membantu UMKM yang sudah berjalan untuk naik kelas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article