Kepulangan kontingen Asian Para Games 2026. (Dok/Istimewa)
Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, turut mengapresiasi perjuangan para atlet di Asian Para Games 2026. Ia mengakui persaingan di Nagoya berlangsung ketat karena Indonesia harus berhadapan dengan atlet-atlet dari puluhan negara Asia.
“Semuanya berat sih, semuanya berat. Tapi ini Asia, 45 negara,” kata Senny.
Meski peringkat Indonesia turun dibandingkan edisi sebelumnya, Senny menilai perolehan 15 medali emas merupakan hasil yang sangat baik karena jauh melampaui target awal.
“Kita dapat emas 15 dari target 7, sudah luar biasa,” imbuhnya.
Senny menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi posisi Indonesia di klasemen akhir adalah tidak dipertandingkannya cabang para catur di Nagoya. Padahal, cabang tersebut menjadi salah satu penyumbang medali emas terbesar Indonesia pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, China.
Pada edisi sebelumnya, para catur menyumbangkan 10 emas, tujuh perak, dan delapan perunggu bagi Indonesia.
“Soalnya nggak ada catur. Alasannya itu, padahal catur penyumbang emas,” jelas Senny.
Setelah menyelesaikan perjuangan di Nagoya, kontingen Indonesia kini bersiap menghadapi agenda olahraga internasional berikutnya. ASEAN Para Games 2027 di Malaysia menjadi target terdekat sebelum para atlet berjuang di Paralimpiade Los Angeles 2028.
Reda berharap para atlet hanya mendapatkan waktu istirahat secukupnya sebelum kembali menjalani pelatnas. Menurutnya, kesinambungan latihan penting untuk menjaga kondisi fisik dan performa atlet agar tidak menurun setelah kompetisi.
“Setelah pertandingan ini, ya dikasih istirahat sekadar, tapi saya harapkan bisa balik lagi, kalau memang Kemenpora bisa mendukung pelatnas ini. Karena di tahun depan sudah ada ASEAN Para Games 2027, dan di tahun 2028 ada Paralimpiade. Kalau kita nggak langsung pelatnas, mereka lepas, akhirnya bisa makan sembarangan,” jelasnya.
Sementara itu, Senny menegaskan NPC Indonesia siap menjalankan arahan pemerintah untuk mempersiapkan atlet menghadapi ASEAN Para Games 2027. Ia berharap Indonesia mampu kembali bersaing di papan atas dan merebut gelar juara umum.
Dengan torehan 15 emas di Asian Para Games 2026, Indonesia memiliki modal positif untuk melanjutkan pembinaan atlet disabilitas. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi prestasi melalui persiapan yang lebih matang, dukungan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas latihan.