Tegal, IDN Times- Ribuan gelondongan kayu memenuhi kawasan Pantai Larangan, Desa Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026). Tumpukan material itu menutup muara Sungai Gung hingga garis pantai, menyebabkan aktivitas nelayan setempat lumpuh total.
Fenomena lautan kayu tersebut terjadi pascabanjir bandang yang menerjang wilayah hulu Gunung Slamet dua hari sebelumnya. Material kayu tersebut diduga kuat berasal dari sisa longsoran dan banjir di kawasan perbukitan Pulosari, Kabupaten Pemalang, serta kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, yang terbawa arus sungai hingga ke laut utara.
Kayu-kayu berukuran besar menutup hampir seluruh akses muara sungai. Kondisi itu menghalangi jalur keluar masuk perahu, sehingga nelayan tidak dapat melaut menuju laut lepas. Perahu-perahu nelayan kini hanya terparkir di tepi pantai.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan membersihkan muara Sungai Gung. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan terus menghambat mata pencaharian warga Pantai Larangan.
Jenis kayu yang terdampar di sepanjang pantai bervariasi, mulai dari kayu sengon, pinus, albasia, hingga mahoni berukuran besar. Selain kayu, terjangan banjir bandang juga menyeret material infrastruktur. Pipa-pipa saluran air panas yang diduga kuat berasal dari hulu Sungai Gung di kawasan wisata Guci terlihat ikut terdampar di pesisir.
Di tengah lumpuhnya aktivitas nelayan, sebagian warga memanfaatkan kayu-kayu yang terdampar untuk keperluan pribadi. Hingga kini, belum ada larangan maupun imbauan resmi dari pemerintah terkait pengambilan material kayu tersebut.
