Semarang, IDN Times - Pakar Hukum Tata Negara, Prof Mahfud MD mendorong semua civitas perguruan tinggi di Indonesia untuk mengubah sikapnya ke arah menjadi lembaga oposisi. Namun oposisi yang bisa dilakukan perguruan tinggi bisa lebih condong menjadi yang obyektif.
Dengan menjadi lembaga oposan setidaknya perguruan tinggi mampu menjaga jejak sejarah bangsa Indonesia.
"Pesan saya itu dunia perguruan tinggi sekarang harus mengemban tugas sejarah. Yaitu menjaga republik ini dengan sebaik-baiknya. Yang benar dikatakan benar yang salah dikatakan salah. Itulah yang disebut oposisi yang obyektif. Kritis yang obyektif," ujar mantan Menkopolhukam era Jokowi tersebut di sela kegiatan Munas dan reunian pengurus IKA Universitas Islam Indonesia (UII) di Hotel Tentrem, Jalan Gajahmada Kecamatan Semarang Tengah, Sabtu (15/2/2025).