Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Manfaat dan Risiko Konsumsi Susu Yak, Benarkah Tinggi Lemak?
ilustrasi hewan yak (unsplash.com/Georgi Kalaydzhiev)
  • Yak adalah hewan berukuran besar dari keluarga Bovidae, hidup di dataran tinggi Tibet, dan memiliki banyak manfaat seperti susu yang kaya protein dan lemak.
  • Bulu tebal yak berfungsi untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat di musim dingin di pegunungan. Yak juga dapat dijinakkan untuk dimanfaatkan daging, kulit, dan bulunya.
  • Susu yak mengandung tinggi protein, asam lemak esensial, vitamin, mineral, antioksidan, serta memiliki manfaat terapeutik potensial untuk hipertensi dan stres oksidatif. Namun perlu diingat bahwa susu yak mengandung lemak yang tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu melihat hewan yak? Sekilas yak tampak seperti kerbau atau sapi. Yak berbeda dengan sapi, namun keduanya masih satu kerabat. Yak juga berasal dari keluarga Bovidae, yang di dalamnya terdapat sapi, bison, kerbau, dan kijang. Tidak heran jika yak hampir mirip dengan sapi atau kerbau.

Yak merupakan lembu berukuran besar, kaki kokoh, dan memiliki bulu panjang. Yak hidupnya di dataran tinggi Tibet. Habitat asli mereka adalah pegunungan yang bersuhu dingin, itulah sebabnya yak memiliki bulu yang tebal karena untuk menghangatkan tubuhnya dari susu dingin.

Yak dapat hidup dengan baik di dataran tinggi karena memiliki paru-paru dan jantung yang lebih besar dibandingkan dengan sapi. Hewan tersebut kadangkala dijadikan sebagai pengangkut barang atau diternak untuk dimanfaatkan daging, susu, kotoran, dan bulunya.

Banyak sekali yang dapat dimanfaatkan dari hewan yak, salah satunya adalah susu yak yang mengandung tinggi protein dan lemak. Berikut ini adalah informasi manfaat dan resiko mengonsumsi susu yak.

1. Mengenal hewan yak

ilustrasi hewan yak (unsplash.com/Lieve Ransijn)

Yak ialah sejenis lembu berukuran besar yang hidupnya di dataran tinggi dan gunung di Tibet. Sekitar 2.000 tahun yang lalu, yak dijinakkan oleh orang Tibet untuk dimanfaatkan susu, daging, kulit, dan bulunya. Ciri khas hewan ini adalah bulunya yang sangat tebal bahkan hampir menutupi sebagian wajahnya.

Bulu tebal yang dimiliki yak berfungsi untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat di musim dingin di pegunungan. Bulu yak tidak selalu hitam, ada beberapa jenis warna yang dapat ditemukan seperti putih dan coklat.

Yak yang hidup liar di dalam bebas tingginya dapat mencapai 2 meter, pada yak betina dan anaknya akan hidup dalam lingkungan yang besar, sementara yak jantan cenderung hidup dalam kelompok kecil.

Sekilas yak mirip dengan kerbau dan berbulu panjang. Selain di Tibet, yak juga dapat dijumpai di pegunungan Himalaya dan Rusia. Beberapa yak hidup liar di alam bebas, namun ada juga yang menjadikan yak sebagai hewan ternak. Tidak jarang menemukan hewan yak yang dijadikan sebagai hewan pengangkut. Perlu diketahui, bahwa tidak hanya susu, daging, dan bulunya yang dapat dimanfaatkan, lho. Di Tibet sendiri, kotoran yak dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar.

2. Manfaat minum susu yak

ilustrasi susu dari hewan yak (unsplash.com/The Humble Co)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa yak juga hewan penghasil susu seperti sapi. Susu yak kaya akan protein, kasein, dan lemak jika dibandingkan dengan susu sapi. Tidak jarang susu yak juga sering diolah untuk dijadikan keju karena mengandung koloid kalsium, kalsium terlarut, dan fosfor yang tinggi.

Kandungan pada keju yak terdapat sekitar 4 kali lebih bayak asam linoleat daripada keju Cheddar Canada, yang dapat meningkatkan implikasi pada kesehatan manusia. Susu yak sangat populer di Tibet, Nepal, China, India, Mongolia, dan kawasan Asia Tenggara. Susu yak sendiri berwarna merah jambu.

Susu yak merupakan sumber protein, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Susu yak memiliki manfaat terapeutik potensial untuk hipertensi karena terdapat kandungan peptida yang memiliki efek antihipertensi. Antioksidan pada susu yak juga terbukti dapat melindungi terhadap stres oksidatif.

Susu yak juga terdapat lemak yang mengandung kadar asam lemak seperti asam linoleat terkonjungsi dan asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi peradangan, menjaga kesehatan jantung, dan mendukung kinerja otak.

3. Risiko minum susu yak

ilustrasi susu hewan yak (unsplash.com/Olivie Strauss)

Tahukah kamu bahwa yak termasuk golongan Bovidae yang juga mencakup sapi domestik, bison, dan kerbau. Banyak yang dapat dimanfaatkan dari hewan yak seperti dagingnya untuk dikonsumsi, susu untuk pembuatan keju, bulunya dijadikan pakaian, bahkan kotorannya pun dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar.

Yak terkenal dengan susunya yang tinggi lemak dan protein. Yak dapat menghasilkan susu sekitar 150 -500 kg per laktasi. Produksi susu yak tergantung pada jenis, usia, paritas, kondisi kesehatan, kualitas makanan, dan metode pemerahan. Susu yak juga disebut sebagai susu pekat alami karena tingginya kandungan lemak, protein dan laktosa.

Banyak yang didapat dari mengonsumsi susu yak. Namun, perlu diingat bahwa susu tersebut mengandung lemak yang tinggi. Mengonsumsi susu tinggi lemak dapat menimbulkan beberapa efek samping yang berkaitan dengan kesehatan tubuh seperti peningkatan kadar kolesterol jahat, obesitas hingga penyakit jantung. Diketahui kandungan lemak dalam susu yak antara 5,6--7,5 persen, jumlah tersebut tergantung pada musim.

Sejatinya susu adalah kebutuhan manusia yang dapat menjaga asupan nutrisi. Mengonsumsi susu secara rutin dalam jumlah yang tidak berlebihan dapat mencegaj terjadinya osteoporosis karena susu mengandung vitamin D, juga sebagai sumber protein dan menjaga kesehatan jantung. Seperti pada susu yak, kandungan protein, lemak, dan kasein lebih tinggi daripada susu sapi yang tentu sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Tetapi, tidak disarankan minum susu yak dalam jumlah yang berlebihan, ya, mengingat lemak pada susu tersebut cukup tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team