Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mangkunegaran Gelar Dhaup Ageng Gusti Sura, Ada Pesta Rakyat

Kota Surakarta
4 min read
Mangkunegaran Gelar Dhaup Ageng Gusti Sura, Ada Pesta Rakyat
Jumpa pers Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Pura Mangkunegaran menggelar Dhaup Ageng Gusti Sura dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian pada 3-7 November 2026, dengan rangkaian tradisi adat dan pertunjukan budaya.
  • Prosesi mencakup Sengkeran, Siraman, Midodareni, Dhaup Suci, Panggih, hingga Pahargyan; puncaknya Kirab Pengantin pada 7 November sekitar pukul 16.00 WIB.
  • Mangayubagyo Dhaup Ageng berlangsung 6-8 November di Pamedan, membagikan sekitar 2.000 porsi jamuan harian serta menghadirkan seni budaya bagi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surakarta, IDN Times – Pura Mangkunegaran Surakarta bersiap menggelar Hajad Dalem Dhaup Ageng G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian. Pernikahan agung tersebut akan berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 November 2026, dengan melibatkan berbagai tradisi dan kebudayaan khas Mangkunegaran.

Tak hanya menjadi momen sakral bagi kedua mempelai dan keluarga, rangkaian Dhaup Ageng juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk ikut merasakan kebahagiaan. Sejumlah agenda terbuka untuk masyarakat disiapkan, mulai dari Kirab Pengantin pada 7 November hingga Mangayubagyo Dhaup Ageng pada 6-8 November 2026 di Pamedan Pura Mangkunegaran.

Gusti Sura merupakan putri dalem K.G.P.A.A. Mangkoenagoro IX sekaligus kakak dari Pengageng Mangkunegaran, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X. Pernikahannya dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian menjadi babak baru perjalanan kedua mempelai yang dikemas dalam rangkaian adat dan tradisi Mangkunegaran.

Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, mengatakan pernikahan tersebut bukan sekadar hajat keluarga, tetapi juga momentum untuk merawat tradisi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.

“Dhaup Ageng merupakan hajat keluarga yang menandai perjalanan baru dua insan dan dua keluarga. Setiap tata cara dijalankan sebagai wujud doa, restu, dan tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai yang diwariskan. Kami berharap masyarakat juga dapat turut menyambut dan memberikan pangestu kepada kedua mempelai,” ujarnya.

  1. 1. Rangkaian Dhaup Ageng Dipenuhi Prosesi Adat Mangkunegaran

    IMG_5569.jpeg
    Kakak KGPAA Mangkunegara X, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura). (Dok/Istimewa)

    Berbagai prosesi adat telah disiapkan untuk mengiringi perjalanan kedua mempelai menuju kehidupan rumah tangga.

    Rangkaian diawali dengan Sengkeran pada 3 November. Selanjutnya, pada 4 November digelar pemasangan Bleketepe dan Tuwuhan, Adang Sepisan, serta Nyantri.

    Memasuki 5 November, prosesi dilanjutkan dengan Langkahan, Siraman, Dodol Dawet, dan Midodareni. Sementara itu, Dhaup Suci dan Panggih akan dilaksanakan pada 6 November, disusul Pahargyan di Pendapa Ageng.

    Puncak rangkaian dijadwalkan pada 7 November melalui Kirab Pengantin dan Pahargyan.

    Setiap prosesi memiliki makna tersendiri, mulai dari doa dan restu keluarga, kesiapan lahir batin kedua mempelai, hingga penerimaan dalam lingkungan keluarga dan tanggung jawab membangun rumah tangga.

    Nuansa budaya Mangkunegaran juga akan terasa melalui pertunjukan tari klasik dan alunan gamelan. Pada prosesi Panggih, kedua mempelai akan mengenakan Dodot Ageng Bango Buthak. Sedangkan busana Kasatriyan akan dikenakan saat Kirab Pengantin dan Pahargyan pada 7 November.

  2. 2. Kirab Pengantin Digelar 7 November, Masyarakat Bisa Ikut Menyambut

    Potret Pracimasana di Pura Mangkunegara (pracimabogasana.co.id)
    Potret Pracimasana di Pura Mangkunegara (pracimabogasana.co.id)

    Salah satu agenda yang dinantikan masyarakat adalah Kirab Pengantin pada Sabtu, 7 November 2026. Kirab dijadwalkan mulai sekitar pukul 16.00 WIB.

    Dalam prosesi tersebut, kedua mempelai akan hadir menyapa masyarakat melalui iring-iringan yang melibatkan barisan bregada dan unsur seni Mangkunegaran.

    Kirab menjadi bagian penting dalam tradisi Dhaup Ageng. Selain sebagai rangkaian adat, kegiatan ini juga menjadi jembatan antara keluarga Mangkunegaran dengan masyarakat luas.

    Masyarakat dipersilakan menyaksikan dan menyambut kirab di sepanjang rute yang nantinya telah ditentukan.

    Namun, informasi final mengenai rute kirab dan pengaturan lalu lintas akan diumumkan melalui kanal resmi Mangkunegaran serta pihak berwenang. Warga diimbau mengikuti arahan petugas agar kegiatan berlangsung tertib, aman, dan khidmat.

  3. 3. Mangayubagyo Siapkan 2.000 Porsi Jamuan Setiap Hari

    IMG_8896.jpeg
    Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)

    Tak hanya kirab, Mangkunegaran juga menghadirkan Mangayubagyo Dhaup Ageng pada 6-8 November 2026 di Pamedan Pura Mangkunegaran.

    Mengusung tema Srawung Kabagyan atau perjumpaan untuk berbagi kebahagiaan, kegiatan ini membawa semangat Sumambung ing Rasa, Nyawiji ing Pangestu.

    Salah satu agenda utamanya adalah Segahan Pahargyan Dhaup Ageng, yakni pembagian jamuan kepada masyarakat dari lima kecamatan di Kota Surakarta serta sejumlah yayasan sosial, termasuk panti asuhan dan panti wreda.

    Menariknya, Mangkunegaran menyiapkan sekitar 2.000 porsi jamuan setiap hari dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus upaya mempererat hubungan Mangkunegaran dengan masyarakat Solo.

    Selain jamuan, masyarakat juga akan disuguhi berbagai pertunjukan seni dan budaya. Di antaranya persembahan dari lima kabupaten yang memiliki keterhubungan sejarah dan budaya dengan Mangkunegaran, tarian Langenpraja, pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Wayang Nasional, serta persembahan seni Eko Pece dan tim.

    Masyarakat juga dapat menyampaikan ucapan selamat, doa, dan harapan melalui Buku Pangestu, Pohon Pangestu, serta Suwanten Pangestu. Seluruh pesan tersebut nantinya akan dihimpun dan disampaikan kepada kedua mempelai.

    “Mangayubagyo menjadi ruang perjumpaan keluarga dan masyarakat dalam rasa syukur dan kebahagiaan. Setiap jamuan yang dibagikan, kebersamaan yang terjalin, serta pangestu yang disampaikan menjadi bagian dari doa yang mengiringi perjalanan baru kedua mempelai,” kata Ayu Rosetyastuti.

    Melalui rangkaian Dhaup Ageng ini, Mangkunegaran tidak hanya merayakan pernikahan keluarga, tetapi juga menunjukkan bagaimana tradisi leluhur tetap dijaga, dilestarikan, dan dihidupkan bersama masyarakat.

Related Articles

See More