Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Scoot adalah maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines (SIA) Group. (IDN Times/Fauzan)
Scoot adalah maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines (SIA) Group. (IDN Times/Fauzan)

Intinya sih...

  • Pelaku usaha di KIK gunakan maskapai Scoot

    Ia mengungkapkan para investor asal Singapura selama ini memiliki kegiatan bisnis di Kawasan Industri Kendal (KIK). Pihaknya mencatat ada nilai investasi yang tinggi dari Singapura di lokasi KIK.

  • Singapura tanamkan modal Rp11,43 T di Jateng

    Investor asal Singapura menanamkan modal sebesar Rp11,43 triliun, atau 22,48 persen dari total penanaman modal asing (PMA).

  • Terus tawarkan investasi di lokasi kawasan industri

    Pihaknya tetap melakukan pendekatan, agar investor yang telah mapan di Jawa Tengah memperluas j

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Maskapai Scoot yang telah membuka rute penerbangan Singapura-Semarang PP diharapkan mampu mempermudah kegiatan perjalanan para pebisnis asal Singapura. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari menuturkan dengan akses penerbangan langsung dari Singapura menuju Semarang, investor tidak perlu menempuh perjalanan dua kali dengan transit ke Bandara Soekarno-Hatta. 

Rute penerbangan langsung juta memangkas waktu tempuh ke Jawa Tengah karena investor tidak lagi harus transit di Jakarta. Dengan begitu, efisiensi waktu perjalanan menuju KEK Kendal semakin meningkat.

"Harapannya tentunya ini mempermudah pelaku usaha untuk ke Jawa Tengah tidak melalui Jakarta atau Soekarno-Hatta," kata Sakina saat memaparkan raihan investasi Jawa Tengah tahun 2025 dan target 2026 di kantornya Jalan Mgr Soegijapranata Semarang, Kamis (22/1/2026). 

1. Pelaku usaha di KIK gunakan maskapai Scoot

Scoot adalah maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines (SIA) Group. (IDN Times/Fauzan)

Ia mengungkapkan para investor asal Singapura selama ini memiliki kegiatan bisnis di Kawasan Industri Kendal (KIK). Pihaknya mencatat ada nilai investasi yang tinggi dari Singapura di lokasi KIK. 

Oleh karenanya pihaknya mengapresiasi keputusan maskapai Scoot yang membuka rute Singapura-Semarang PP di akhir tahun 2025 lantaran bisa mendukung mobilitas investor Singapura. 

"Kami melihat beberapa pelaku usaha termasuk yang ada di kawasan ekonomi khusus Kendal di mana memang investasi tertingginya mereka itu Singapura menggunakan Scoot. Artinya itu memang sangat berdampak," ungkapnya. 

2. Singapura tanamkan modal Rp11,43 T di Jateng

Pesawat Scoot menjalani inagurasi penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Di samping itu, penerbangan internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani sedikit banyak membawa keuntungan signifikan bagi sektor pariwisata maupun investasi.

Data investasi yang dihimpun dsri DPMPTSP Jateng, investor asal Singapura menanamkan modal sebesar Rp11,43 triliun, atau 22,48 persen dari total penanaman modal asing (PMA). 

Capaian ini menempatkan Singapura sebagai negara asal investor terbesar kedua di Jawa Tengah, setelah Hong Kong.

“Untuk penanaman modal di Jateng, investor Singapura lebih banyak masuk ke kawasan industri. KEK Kendal sendiri merupakan konsorsium antara PT Jababeka Tbk dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd, yang berinvestasi pada pembangunan infrastruktur kawasan,” paparnya.

3. Terus tawarkan investasi di lokasi kawasan industri

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Walikota Semarang Agustina Wilujeng dan pimpinan maskapai Scoot foto bersama di Bandara Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Sebagai langkah meningkatkan laju investasi investor Singapura, pihaknya tetap melakukan pendekatan, agar investor yang telah mapan di Jawa Tengah memperluas jangkauan investasinya ke daerah lain.

Upaya tersebut tidak hanya menyasar investor Singapura, tetapi juga penanam modal dari negara lain.

“Strateginya, selain mendorong investasi ke kawasan industri, kami juga membangun relasi yang baik dengan investor asing, domestik, maupun lokal. Kami juga melakukan pendampingan, termasuk saat sistem OSS RBA sempat bermasalah. Kami duduk bersama dan memfasilitasi,” ujar Sakina. 

Editorial Team