Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
kuda, tahun kuda api, imlek
Tahun Baru Imlek 2026 ini akan memasuki Tahun Kuda Api. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Intinya sih...

  • Tahun Baru Imlek memiliki banyak makna, simbol, dan filosofi bagi masyarakat Tionghoa.

  • Masyarakat Tionghoa melakukan ritual dan tradisi seperti berdoa untuk leluhur serta berkumpul bersama keluarga.

  • Hal tersebut dilakukan sebagai refleksi, rasa syukur, serta harapan akan keberuntungan dan kesejahteraan di tahun baru.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Tahun Baru Imlek tidak sekadar merayakan pergantian tahun. Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek memiliki banyak makna, simbol dan filosofis.

Setiap Imlek, masyarakat Tionghoa melakukan banyak ritual dan tradisi mulai dari berdoa untuk leluhur hingga berkumpul bersama keluarga untuk makan bersama. Hal itu dilakukan sebagai refleksi, rasa syukur, serta harapan akan keberuntungan dan kesejahteraan yang lebih besar di tahun baru.

1. Masyarakat Tionghoa menyambut Tahun Kuda Api

Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) bersama masyarakat menggelar tradisi Ketuk Pintu jelang pembukaan Pasar Imlek Semawis 2026 di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Kota Semarang, Sabtu (7/2/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Demikian juga pada Imlek tahun ini yang jatuh pada Selasa (13/2/2026), masyarakat Tionghoa dengan suka cita menyambut datangnya Tahun Kuda Api.

Untuk di Kota Semarang sendiri, Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) kembali menggelar Pasar Imlek Semawis 2026 di Kawasan Pecinan Semarang, 13-16 Februari 2026.

Kegiatan rutin tahunan itu akan menyuguhkan berbagai acara mulai bazar produk UMKM dan kuliner, atraksi dan pertunjukkan budaya khas Tionghoa, dan jamuan Tuk Panjang bersama dari berbagai elemen masyarakat di Kota Semarang.

2. Tahun Kuda Api tahun unpredictable

Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) bersama masyarakat menggelar tradisi Ketuk Pintu jelang pembukaan Pasar Imlek Semawis 2026 di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Kota Semarang, Sabtu (7/2/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Adapun, Pasar Imlek Semawis 2026 mengusung tema ‘’Kuda Datang, Sukses Menjelang’’. Menurut Ketua Kopi Semawis, Harjanto Halim, pengambilan tema tersebut sesuai shio pada Tahun Baru Imlek 2026 ini.

Tentunya, memasuki tahun kuda api, banyak makna dan filosofis di dalamnya.

‘’Tahun kuda api ini (diprediksi) tahun yang unpredictable. Ya, seperti hewan kuda, larinya kencang kesana kemari. Namun, bagi orang Tionghoa, mereka suka dengan kuda karena kuda merupakan salah satu shio yang besar,’’ katanya.

3. Sukses akan tiba kalau mau berusaha

Seorang warga berdoa di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Maka itu, lanjut Harjanto, ada pengharapan pada Imlek tahun ini dan memasuki tahun kuda api, kuda datang sukses juga datang.

‘’Meskipun mungkin tidak mudah, yakinlah sukses tetap akan tiba kalau kita mau berusaha,’’ pungkasnya.

Sementara itu, dalam kalender Tionghoa, tahun kuda api merupakan kombinasi langka antara shio Kuda dan elemen Api. Tahun ini dipercaya membawa energi dinamis, keberanian, serta peluang perubahan besar.

Editorial Team