Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Sungai Watch, Organisasi Dunia Kini Sasar Sungai Kritis di Jateng
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima kedatangan Sungai Watch. (dok Humas Pemprov Jateng)
  • Sungai Watch, organisasi nirlaba asal Prancis berdiri sejak 2020, fokus menghentikan polusi plastik di sungai Indonesia lewat teknologi jaring penghalang dan audit data sampah.
  • Melalui kampanye 'Run for Rivers', tim Sungai Watch berlari 1.200 km dari Bali ke Jakarta untuk memetakan sungai kritis dan berencana membuka cabang baru di Jawa Tengah.
  • Gubernur Ahmad Luthfi mendukung kolaborasi dengan Sungai Watch guna memperkuat program Zero Waste Jateng serta mempercepat pembersihan sungai dan edukasi pengelolaan sampah masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Gubernur Ahmad Luthfi menerima kunjungan tiga bersaudara asal Prancis yang telah "mewakafkan" diri mereka untuk membersihkan sungai-sungai di Indonesia, Senin (4/5/2026). Mereka adalah Gary, Kelly, dan Sam Benchegib—motor penggerak di balik organisasi lingkungan Sungai Watch.

1. Apa Itu Sungai Watch?

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima kedatangan Sungai Watch. (dok Humas Pemprov Jateng)

Sungai Watch adalah organisasi lingkungan nirlaba yang didirikan pada tahun 2020. Fokus utama mereka adalah menghentikan polusi plastik langsung dari sumbernya sungai-sungai di Indonesia sebelum mencapai lautan.

Sejak berdiri, mereka telah menorehkan milestone yang mengesankan secara global diantaranya yakni teknologi trash barrier menggunakan jaring penghalang sampah (barriers) yang didesain sendiri untuk menangkap sampah plastik tanpa mengganggu ekosistem air.

Kemudian juga data-driven setiap sampah yang dikumpulkan disortir berdasarkan jenis dan merek (brand audit). Data ini digunakan untuk mendorong akuntabilitas perusahaan produsen plastik.

Hingga tahun 2026, mereka telah memasang ratusan trash barrier dan mengangkat ribuan ton sampah plastik dari aliran sungai.

2. Run for Rivers: Misi Sejauh 1.200 KM

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima kedatangan Sungai Watch. (dok Humas Pemprov Jateng)

Saat ini, Sam Benchegib dan tim tengah menjalankan kampanye "Run for Rivers". Mereka berlari sejauh 1.200 km dari Bali menuju Jakarta untuk memetakan sungai-sungai yang kondisinya paling kritis.

Hingga tiba di Jawa Tengah, mereka telah melewati 14 kabupaten/kota. Di wilayah ini, Sungai Watch telah menyisir sungai-sungai di Blora, Grobogan, Demak, hingga Kota Semarang. "Misi kami adalah melihat langsung sungai mana yang butuh bantuan. Di Jawa Tengah, kami pasti akan membuka cabang," tegas Sam.

3. Ahmad Luthfi siap berkolaborasi

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima kedatangan Sungai Watch. (dok Humas Pemprov Jateng)

Bagi Ahmad Luthfi, kehadiran Sungai Watch selaras dengan obsesi Jawa Tengah menuju Zero Waste. Luthfi memaparkan bahwa Jateng telah sukses mereplikasi teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di 13 daerah untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar.

“Misi mereka sangat luar biasa dan selaras dengan program kita, termasuk penanaman 1 juta mangrove di 670 km garis pantai utara. Saya dukung penuh, kalau perlu mereka ngantor di tempat saya agar koordinasi pembersihan sungai makin cepat,” tutur Luthfi.

Dukungan pemerintah daerah ini menjadi angin segar bagi Sungai Watch yang sebelumnya baru beroperasi masif di Bali dan Banyuwangi. Sinergi ini diharapkan tidak hanya membersihkan sungai secara fisik, tetapi juga mengedukasi masyarakat melalui konsep aglomerasi pengelolaan sampah yang sedang didorong Pemprov Jateng.

Kampanye Run for Rivers ini dijadwalkan berakhir di Jakarta pada 24 Mei 2026, yang diprediksi akan menjadi titik awal ekspansi besar-besaran teknologi jaring sampah mereka di tanah Jawa.

Editorial Team