Deborah meracik bubur Manado menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di Semarang tanpa menanggalkan karakter asli hidangan asal Sulawesi Utara tersebut. Di dapur Kedai Takeone, adaptasi resep itu berjalan beriringan dengan ketangguhan pekerja perempuan, tata kelola pasokan digital melalui MyPertamina, serta penggunaan LPG nonsubsidi untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Semarang, IDN Times - Seorang perempuan bercelemek merah sigap memasukkan genggam demi genggam sayuran hijau ke dalam panci berisi bubur yang mengepul. Tidak jauh darinya, dua pekerja lain meracik bumbu dan menata lauk pelengkap di meja kerja. Sejak pagi pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB, kesibukan serupa rutin mengisi dapur Kedai Takeone di Kota Semarang, Jawa Tengah. Di kedai yang awalnya dirintis dengan mengandalkan menu tekwan Palembang ini, bubur Manado justru melesat menjadi hidangan paling laris.
Perjalanan kuliner itu dimulai pada 2018 ketika Deborah Gita Sakinah (31), lulusan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), membangun Kedai Takeone yang berlokasi di Jalan Taman Gedung Batu Raya Nomor 16 Simongan, tepatnya di sebelah persis Sam Poo Kong Semarang. Sejak awal, ia berupaya menghadirkan ragam masakan Nusantara yang akrab dengan lidah warga lokal sekaligus menyesuaikan ketersediaan bahan baku di pasar setempat. Ia memilih tidak memaksakan keaslian resep secara kaku.
Untuk seporsi bubur Manado, daun gedi yang langka di Semarang ia ganti dengan selada air atau kenci, sedangkan sambal roa disulih dengan pampis tuna. Kenci dipilih bukan tanpa alasan: teksturnya tetap renyah dan warnanya tetap segar saat terkena panas, berbeda dengan bayam yang lekas layu dan menghitam. Pendekatan serupa diterapkan pada menu lain, seperti tahu gejrot yang menggunakan tahu pong khas Semarang berpadu kuah cuko pempek.
Keputusan menyubstitusi bahan baku itu berdampak langsung pada efisiensi rantai pasok kedai. Dengan menyerap komoditas pasar lokal di Semarang, Deborah memangkas ketergantungan pada pengiriman bahan pangan antarpulau dari Sulawesi Utara. Langkah ini tidak hanya menekan biaya logistik dan menjaga kestabilan harga jual, tetapi juga memperpendek jarak angkut bahan pangan yang berimplikasi pada pengurangan jejak emisi karbon transportasi jarak jauh. Bagi Deborah, merawat identitas kuliner Nusantara tidak harus berarti mendatangkan seluruh bahan dari tanah kelahiran resep tersebut.
Kelancaran olah bahan di dapur itu menuntut dukungan pasokan energi yang sama stabilnya, terlebih Kedai Takeone harus melayani pembeli makan di tempat, pesanan daring, hingga katering. Untuk menopang aktivitas memasak harian di dapur utama, Deborah menggunakan Bright Gas, produk LPG nonsubsidi dari Pertamina. Dibandingkan LPG 3 kilogram bersubsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga prasejahtera dan usaha mikro, kapasitas tabung Bright Gas dinilai lebih memadai untuk ritme kerja dapurnya.
Dari pengalaman transisi energinya, pemakaian tabung 3 kilogram di dapur utama membuat gas cepat habis di tengah jam sibuk sehingga frekuensi bongkar-pasang tabung menjadi terlalu tinggi.
Agar dapur tidak kehabisan bahan bakar di tengah pesanan yang padat, Deborah mengombinasikan dua jalur pengadaan. Selain mengandalkan agen pemasok langganan, Kedai Takeone memesan Bright Gas melalui fitur Pertamina Delivery Service pada aplikasi MyPertamina. Kemudahan pengadaan dari layar ponsel itu berlanjut dengan kemandirian para pekerja perempuan di ruang produksi. Ketika tabung pengganti tiba di kedai, para pekerja perempuan terbiasa mengangkat tabung hingga memasang sendiri katup regulator ke kompor. Mereka tidak perlu menunggu bantuan rekan kerja laki-laki saat gas habis di tengah proses memasak.
Dari keberanian mengganti daun gedi dengan kenci hingga kemandirian mengelola pasokan Bright Gas, Deborah menavigasi usahanya lewat keputusan-keputusan praktis yang mempertemukan tradisi kuliner dengan efisiensi bisnis. Semangkuk bubur Manado hangat yang tersaji di meja pelanggan pada akhirnya tidak hanya soal rasa, melainkan buah dari adaptasi bahan pangan lokal, kemandirian pekerja perempuan, dan keandalan pasokan energi yang menjaga api dapur Kedai Takeone tetap menyala.
