Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hikari, mesin jahit AI
Seorang tamu menjajal mesin jahit dengan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang diproduksi Hikari. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Intinya sih...

  • Produsen mesin jahit Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd. melakukan ekspansi ke Indonesia.

  • Hikari membawa produk mesin jahit dengan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

  • Ekspektasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam industri garmen di Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Produsen mesin jahit Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd. melakukan ekspansi ke Indonesia. Kali ini Hikari membawa produk mesin jahit dengan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

1. Sesuai dengan kebutuhan industri garmen

Seorang tamu menjajal mesin jahit dengan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang diproduksi Hikari. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Peluncuran perdana mesin jahit berteknologi kecerdasan buatan itu diselenggarakan di Kota Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara itu diikuti lebih dari 200 orang dari berbagai negara, serta 50 perusahaan garmen di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Perusahaan industri global melakukan inovasi tersebut untuk mendukung industri dan peningkatan kualitas produk garmen di Indonesia.

Direktur Hikari, Wu Lian Jie mengatakan, pihaknya melakukan peluncuran perdana mesin jahit berteknologi kecerdasan buatan sesuai dengan kebutuhan industri garmen.

“Dengan menggunakan mesin jahit AI ini dapat menghasilkan produk garmen yang jauh lebih bagus. Selain itu, teknologi AI buatan Tiongkok membuktikan keunggulannya dalam menggerakkan sektor manufaktur,” katanya saat peluncuran mesin jahit di Semarang, Selasa (10/2/2026).

2. Mampu hasilkan produk premium terjangkau

Produsen mesin jahit Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd. melakukan ekspansi ke Indonesia dengan membawa produk mesin jahit dengan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Hikari sendiri telah melakukan ekspansi mesin jahit AI tersebut di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Adapun alasan Indonesia menjadi salah satu negara prioritas sekaligus tempat peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI, karena industri garmen di Tanah Air tumbuh secara positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Maka itu, mesin jahit dengan kecerdasan buatan ini kami nilai mampu menghasilkan berbagai produk premium sekaligus terjangkau, serta menghemat biaya teknis untuk mentransformasi mesin jahit konvensional,” pungkas Wu Lian Jie

Sementara itu, Brothersindo Director, Chalid Hendra mengatakan, kehadiran Hikari melalui mesin jahit AI  ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk garmen di Indonesia.

3. Perkuat posisi sebagai eksportir tekstil atau garmen

Seorang tamu menjajal mesin jahit dengan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang diproduksi Hikari. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

"Dengan tingkat pertumbuhan positif dan investasi besar, industri tekstil–pakaian jadi kemungkinan akan tetap menjadi sektor strategis, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan kontribusi manufaktur. Jika tren investasi dan permintaan domestik ini berlanjut, Indonesia bisa memperkuat posisi sebagai eksportir tekstil atau garmen, terutama di pasar global," katanya.

Disisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor ini meningkat 4,26 persen secara tahunan (year-on-year), serta berkontribusi sebesar Rp218,2 triliun terhadap produk domestik bruto nasional sepanjang tahun lalu. 

Namun, keberlanjutan pertumbuhan membutuhkan perbaikan daya saing efisiensi produksi, modernisasi mesin, daya saing harga, serta regulasi yang mendukung kebijakan proteksi terhadap praktik impor ilegal.

Editorial Team