Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku malu melihat kondisi pasokan minyak goreng yang masih langka di tiap daerah. Menurutnya keputusan Kemendag yang melakukan penyesuaian harga dan subsidi minyak goreng sudah tidak sesuai.
Kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini telah membuat kebingungan masyarakat di tiap daerah.
"Kita ini produsen sawit terbesar, produsen minyak goreng terbesar dan kita seperti tikus mati di lumbung padi. Mohon maaf kalau kalimat saya kurang berkenan, karena kita kebingungan, karena semua produksi dan kebijakannya ada di pusat," kata Ganjar, Rabu (23/3/2022).
