Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM bersiap untuk lepas landas dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM bersiap untuk lepas landas dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Intinya sih...

  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) intensifkan penyemaian 1.000 kg garam di awan-awan potensial di Perairan Utara Jawa Tengah untuk mencegah banjir.

  • Pesawat PK-SCJ merampungkan sortie ketiga dengan menyemai garam pada awan Cumulus Congestus yang memiliki ketinggian puncak mencapai 15.000 kaki.

  • OMC akan terus dilaksanakan hingga 29 Januari 2026 dengan frekuensi penerbangan bisa mencapai 5 hingga 9 sorti dalam sehari, bergantung pada pantauan radar terhadap pertumbuhan awan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus diintensifkan di wilayah Perairan Utara Jawa Tengah guna mengantisipasi ancaman banjir pada puncak musim hujan. Pada Selasa (27/1/2026), pesawat PK-SCJ telah merampungkan sortie ketiga dengan menyemai 1.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) atau garam di awan-awan potensial.

Penyemaian difokuskan pada area perairan dengan jarak 52 hingga 82 nautical mile (nm) dari Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Langkah ini bertujuan "mencegat" awan hujan agar tidak masuk ke daratan Jawa Tengah dan menjatuhkan beban airnya di laut.

Flight Scientist PT Makson Sukses Pratama, Fadhlan Rizakul Hafidz, menjelaskan bahwa penyemaian menyasar awan Cumulus Congestus yang memiliki ketinggian puncak mencapai 15.000 kaki. "Awan di utara Jateng terpantau masih sangat masif dan berlapis-lapis," ungkap Fadhlan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Bergas C. Penanggungan, menjelaskan dua metode yang digunakan dalam operasi ini: Garam (NaCl): Digunakan untuk memaksa hujan turun lebih awal di laut sebelum awan mencapai daratan. Kapur: Digunakan untuk menahan proses pembentukan hujan agar tidak turun di lokasi yang sedang terdampak bencana atau dalam masa pemulihan.

Atas arahan Gubernur Jateng dan koordinasi dengan BNPB, OMC akan terus dilaksanakan hingga 29 Januari 2026. Frekuensi penerbangan bisa mencapai 5 hingga 9 sorti dalam sehari, bergantung pada pantauan radar terhadap pertumbuhan awan.

Langkah ini menjadi krusial mengingat prediksi BMKG menyebutkan puncak curah hujan ekstrem terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Fokus utama saat ini adalah mengurangi beban curah hujan di daratan agar proses penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak banjir tidak terganggu oleh cuaca buruk susulan.

Editorial Team