Ilustrasi pertumbuhan ekonomi dan optimisme fiskal(https://www.freepik.com/free-photo/digital-increasing-bar-graph-with-businessman-hand-overlay_13312397.htm#fromView=search&page=1&position=1&uuid=469933c9-44ea-4a3e-8543-158440a31f06&query=growth)
Pendekatan semacam ini penting untuk menjaga kepercayaan publik. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan domestik, masyarakat membutuhkan bukti nyata bahwa kebijakan fiskal negara mampu bersifat adaptif dan responsif. PPN Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat Lebaran 2026 adalah contoh kebijakan yang manfaatnya langsung terasa, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari warga.
Lebih dari sekadar insentif pajak, kebijakan ini mencerminkan cara pandang pemerintah terhadap peran negara dalam kehidupan masyarakat. Negara tidak hadir sebagai penonton pasar, melainkan sebagai penyeimbang ketika mekanisme pasar berpotensi membebani publik. Dalam hal ini, pajak tidak diposisikan semata-mata sebagai instrumen penerimaan negara, tetapi juga sebagai alat kebijakan untuk melindungi daya beli dan menjaga stabilitas sosial.
Pada akhirnya, mudik yang lebih terjangkau bukan hanya soal harga tiket yang turun tetapi tentang rasa keadilan dan keberpihakan. Ketika masyarakat merasakan langsung manfaat kebijakan, kepercayaan terhadap negara tumbuh secara alami. PMK Nomor 4 Tahun 2026 memperlihatkan bahwa kebijakan fiskal dapat dirancang secara humanis, terukur, dan tetap bertanggung jawab.
Di tengah hiruk-pikuk perdebatan ekonomi, kebijakan seperti inilah yang layak diapresiasi. Negara hadir, bukan hanya melalui wacana, tetapi melalui keputusan konkret yang membuat perjalanan pulang menjadi lebih ringan dan ekonomi nasional tetap bergerak.