Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pameran Suara Segara Angkat Kisah Perempuan Pesisir Gedongmulyo Rembang

Kota Semarang
2 min read
Pameran Suara Segara Angkat Kisah Perempuan Pesisir Gedongmulyo Rembang
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Nurida Andante Islami tengah berdiskusi dengan salah satu peserta program di Rumah Oei Lasem Rembang. (Dok. Photovoices)
  • Enam belas perempuan Gedongmulyo, Rembang, menggelar pameran fotografi partisipatif Suara Segara untuk menyampaikan pengalaman pesisir dan aspirasi pelestarian lingkungan.

  • Karya mereka menyoroti perikanan, sampah, garam, serta mangrove, termasuk penurunan rajungan, harga tidak stabil, pencemaran muara, dan anjloknya harga garam.

  • DKP Rembang akan mengkaji intervensi dari aspirasi peserta, melibatkan mereka sebagai agen informasi warga, dan berharap inisiatif ini direplikasi ke desa lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rembang, IDN Times - Enam belas perempuan dari Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, membagikan kisah kehidupan pesisir utara Jawa. Kisah inspiratif ini mereka tuangkan melalui pameran dan diskusi fotografi bertajuk "Suara Segara: Perempuan Gedongmulyo Bercerita" di Lasem pada Minggu (1/11/2026).

  1. 1. Kolaborasi Fotografi Partisipatif

    Peserta Program Suara Segara Mengangkat Hasil Foto Mereka.JPG
    Peserta Program Suara Segara mengangkat hasil foto mereka di Rumah Oei Lasem Rembang. (Dok. Photovoices)

    Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Coral Triangle Center (CTC) dan Photovoices International (PVI). Pendekatan fotografi partisipatif membuka ruang bagi perempuan pesisir lintas profesi—mulai dari ibu rumah tangga, guru, pembuat jaring, hingga petugas kebersihan pantai—untuk mendokumentasikan serta menyuarakan aspirasi kelestarian lingkungan kepada publik.

    Direktur Eksekutif CTC, Rili Djohani menjelaskan, pihaknya membina perempuan Desa Gedongmulyo sejak 2023 melalui beragam pelatihan.

    “Kami percaya bahwa pengetahuan, pengalaman, dan kepemimpinan perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Kami berharap para perempuan ini dapat terus berkembang menjadi pemimpin dan penggerak perubahan,” terang Rili dilansir keterangan resminya, Senin (2/11/2026).

  2. 2. Sorotan Ekosistem dan Ekonomi Pesisir

    Foto-Foto yang dipajang di Rumah Oei Lasem Rembang. (Dok. Photovoices)
    Foto-Foto yang dipajang di Rumah Oei Lasem Rembang. (Dok. Photovoices)

    Karya visual peserta membedah empat tema utama: perikanan laut, pengelolaan sampah, produksi garam, serta pariwisata dan ekosistem mangrove. Para peserta menyoroti masalah penurunan kuantitas dan penyusutan ukuran rajungan, ketidakstabilan harga jual, hingga tumpukan sampah muara yang mencemari bahan baku garam. Di samping itu, suhu bumi yang kian panas membuat volume produksi garam berlimpah, namun berujung pada anjloknya harga jual di pasaran.

    Melihat kondisi tersebut, salah satu peserta, Nur Chriswatun Nida, menyampaikan kekhawatirannya.

    “Apabila lautnya tidak dijaga, dari mulai kebersihannya, alat tangkapnya, dan kesadaran orang-orang yang melaut, nanti ketersediaan sumber daya laut akan habis. Insyaallah melalui fotografi, pihak yang berhubungan bisa mengetahui dan bisa memahami cerita kita, memberikan solusi, dan memberikan sumbangan informasi,” harap Nur.

  3. Dukungan Pemerintah dan Apresiasi Karakter Pesisir

     Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Endi Faiz Effendi tengah berdiskusi dengan salah satu peserta program.JPG
    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Endi Faiz Effendi tengah berdiskusi dengan salah satu peserta program di Rumah Oei Lasem Rembang. (Dok. Photovoices)

    Menanggapi aspirasi warga, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Rembang, Nurida Andante Islami, menyambut baik masukan dari karya pameran ini.

    “Melalui foto-foto yang disampaikan oleh ibu-ibu, kami akan melihat intervensi apa yang dapat dilakukan. Ibu-ibu ini merupakan sumber daya manusia yang luar biasa. Nantinya, mereka akan kami libatkan sebagai agen untuk memberikan penjelasan kepada warga Gedongmulyo lainnya. Setelah itu, kami berharap inisiatif ini dapat direplikasi di desa-desa lain,” tutur Nurida.

    Di penghujung acara, Direktur Eksekutif PVI, Tri Soekirman, menambahkan bahwa inisiatif ini memuat pesan sosial yang sangat kuat.

    “Rangkaian foto dan cerita yang dihasilkan dalam program ini merefleksikan peranan para perempuan sekaligus memperlihatkan keuletan, ketangguhan, dan kegigihan khas perempuan pesisir,” tegas Tri.

Related Articles

See More