Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Maha Menteri, KG Panembangan Agung Tedjowulan. (IDN Times/Larasati Rey)
Maha Menteri, KG Panembangan Agung Tedjowulan. (IDN Times/Larasati Rey)

Intinya sih...

  • Panembahan Agung Tedjowulan bertugas setelah menerima Surat Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 8 Tahun 2026.

  • Tedjowulan kini berkedudukan sebagai Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, berperan dalam pengelolaan keraton.

  • Agenda kerja termasuk konsolidasi dengan Keluarga Besar Keraton dan koordinasi lintas kementerian untuk mendukung keberlanjutan Keraton Solo.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times – KGPH Panembahan Agung Tedjowulan mulai menjalankan tugasnya di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Senin (19/1/2026). Ia mulai berkantor sehari setelah menerima Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia terkait penunjukan dirinya sebagai pelaksana pengelolaan kawasan cagar budaya Keraton Solo.

1. Mulai bertugas usai terima SK Fadli Zon

Penyerahan SK kepada Panembahan Agung Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (IDN Times/Larasati Rey)

Penunjukan Panembahan Agung Tedjowulan tertuang dalam Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. SK tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Sasana Handrawina, Keraton Solo, sehari sebelumnya.

Juru bicara Keraton, Kangjeng Pakoenegoro, menyampaikan, dalam struktur pengelolaan keraton, Tedjowulan kini berkedudukan sebagai Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

2. Status Panembahan Agung berperan untuk pengelolaan keraton

Penyerahan SK kepada Panembahan Agung Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (IDN Times/Larasati Rey)

Pakoenegoro menjelaskan, penetapan tersebut juga mempertegas posisi Tedjowulan yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai Maha Menteri berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 430-2933 Tahun 2017.

“Dengan penetapan ini, penyebutan jabatan juga menyesuaikan. Saya kini menjadi juru bicara Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” jelasnya.

Menurutnya, peran Panembahan Agung akan menjadi kunci dalam menjalankan fungsi pengelolaan, pelindungan, hingga pemanfaatan Keraton Solo sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional.

3. Siapkan konsolidasi keluarga dan koordinasi lintas kementerian

Kubu PB XIV Purboyo laporkan salah satu cucu PB XIII karna diduga lakukan pengeroyokan menjelang penyerahan SK Menteri Kebudayaan di Bangsal Polisen, Keraton Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Sejumlah agenda kerja mulai disiapkan, salah satunya rencana konsolidasi dengan Keluarga Besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pengelolaan keraton berjalan harmonis dan berorientasi pada kepentingan bersama.

“Gusti Tedjowulan mengarahkan agar seluruh pihak mengutamakan kepentingan keraton di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujar Pakoenegoro.

Selain konsolidasi internal, Tedjowulan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan sejumlah kementerian dan lembaga negara, termasuk Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata, serta Kepolisian RI. Ke depan, koordinasi lintas kementerian disebut akan terus dilakukan melalui Kementerian Kebudayaan guna mendukung keberlanjutan Keraton Solo.

Editorial Team