Suasana loket BPJS Kesehatan. (Dok. IDN Times/istimewa)
Lebih lanjut, ia menjelaskan dari 1,6 juta warga Jateng yang terdampak penonaktifan PBI JK, ada 19.000 jiwa di antaranya kembali diusulkan untuk reaktivasi oleh Dinsos.
Adapun upaya penonaktifan yang dilakukan Kemensos diklaim sebagai tindakan pemutakhiran data secara nasional untuk memastikan program iuran jaminan kesehatan tepat sasaran bagi warga miskin.
Ia juga bilang dari pihak Kemensos, penerima PBI JK yang diverifikasi hanya untuk desil 1-desil 5. "Yang warga kategori desil 6 sampai desil 10 akan dibersihkan,” akunya.
Pihaknya menyampaikan solusi lain bisa dengan pelayanan kesehatan ditanggung masing-masing kabupaten/kota dari APBD. Namun saat ini, hanya ada 17 daerah yang memenuhi syarakat non cut off atau tak perlu menunggu satu hari untuk melakukan proses reaktivasi.
“Hanya 17 daerah yang mempunyai dana komitmen yang posisinya bisa non cut off 1x24 jam, bisa langsung aktif. Sisa daerah lainnya masih cut off, tak ideal bagi yang membutuhkan layanan dalam waktu dekat,” katanya.