Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
agustina, rekor muri, pemeriksaan kesehatan
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima penghargaan Rekor MURI atas pencapaian pemeriksaan kesehatan terintegrasi melalui platform Satu Sehat pada pekerja di perusahaan terbanyak. (dok. Pemkot Semarang)

Intinya sih...

  • Program pemeriksaan kesehatan gratis bagi 1.200 pekerja dari 53 perusahaan di Kota Semarang mencatatkan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

  • Kegiatan dilaksanakan oleh RSUP Dr. Kariadi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang.

  • Pemeriksaan kesehatan berlangsung selama 26-30 Januari 2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Program pemeriksaan kesehatan gratis bagi 1.200 pekerja dari 53 perusahaan di Kota Semarang berhasil mencatatkan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan yang berlangsung 26-30 Januari 2026 ini dilaksanakan oleh RSUP Dr. Kariadi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang. 

1. Libatkan pekerja dari 53 perusahaan

Pemkot Semarang meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sela kegiatan Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar (Piterpan) di SMP Negeri 26 Semarang, Selasa (22/7/2025). (dok. Pemkot Semarang)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima penghargaan Rekor MURI atas pencapaian pemeriksaan kesehatan terintegrasi melalui platform Satu Sehat pada pekerja di perusahaan terbanyak, yakni 53 perusahaan dalam kurun waktu lima hari itu.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan MURI dan disaksikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), bertempat di Aula Gedung Penunjang RSUP Dr. Kariadi, Selasa (10/2/2026).

Agustina menyampaikan, bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja cepat lintas sektor di Kota Semarang.

“Ini adalah kerja cepat dari dinas yang hari ini ada di Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sakit Kariadi. Dalam waktu lima hari, pemeriksaan kesehatan gratis dapat menjangkau 53 perusahaan dan akhirnya tembus rekor MURI,” ungkapnya.

2. Jangkau fasilitas layanan kesehatan di daerah

Pemerintah Kota bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (One Stop Service/OSS) Tuberkulosis di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kamis (4/9/2025). (dok. Pemkot Semarang)

Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis secara masif hingga menjangkau fasilitas layanan kesehatan di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan dini. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan jauh lebih efektif dilakukan sejak awal.

“Kalau ditunggu sampai sakit, nanti lebih mahal dan kualitas hidup juga lebih jelek. Tahun ini setelah dicek, kalau tidak sehat harus diobati, dan obatnya juga gratis,” katanya.

Agustina menambahkan bahwa pesan tersebut menjadi perhatian Pemkot Semarang, terutama terkait tindak lanjut setelah pemeriksaan dilakukan.

3. Pencegahan dini penyakit

Pemerintah Kota bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (One Stop Service/OSS) Tuberkulosis di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kamis (4/9/2025). (dok. Pemkot Semarang)

“Pesan beliau, pemeriksaan gratis lebih rutin dan setelah itu follow up-nya, kalau yang bersangkutan sakit harus segera diobati,” katanya.

Momentum Bulan K3 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja harus berjalan seiring dengan kesehatan pekerja secara menyeluruh. Pemeriksaan kesehatan terintegrasi menjadi salah satu langkah nyata dalam pencegahan dini penyakit, peningkatan produktivitas, serta perlindungan jangka panjang.

Pemkot Semarang berharap pencapaian ini bisa menjadi pemicu semangat bagi dunia usaha untuk semakin aktif memastikan kesehatan pekerja melalui sistem yang terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Editorial Team