Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengunjungi fasilitas kesehatan memantau program Universal Health Coverage (UHC). (dok. Pemkot Semarang)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, jika UHC merupakan program prioritas yang menyangkut hak warga masyarakat.
“UHC ini menjadi program prioritas, jadi meskipun ada efisiensi, UHC tetap dipertahankan. Karena ini menyangkut hak dasar warga,” ungkapnya, Rabu (21/5/2025).
Menurut Hakam, tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk menjangkau lebih banyak warga tidak mampu yang belum tercover program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan. Dengan penambahan ini, total anggaran program UHC tahun 2025 mencapai Rp91 miliar.
"Alhamdulillah, dalam APBD Perubahan kita mendapat tambahan 15 miliar rupiah. Tambahan ini akan sangat membantu, karena kita bisa mengcover sekitar 10 ribu warga kurang mampu, khususnya untuk periode Maret hingga akhir tahun ini,” terangnya.