Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) telah menuntaskan rehabilitasi 1.013 unit RTLH di tahun 2025. Rencana intervensi perbaikan RTLH ini akan dilanjutkan di tahun 2026 dengan target 900 unit rumah tambahan.
Pemkot Semarang Tuntaskan Rehabilitasi 1.031 Unit RTLH di Tahun 2025

Intinya sih...
Pemerintah Kota Semarang menuntaskan rehabilitasi 1.013 unit RTLH di tahun 2025
Program RTLH merupakan instrumen kebijakan strategis untuk peningkatan kualitas hidup warga
Agustina Wilujeng menyerahkan bantuan rehabilitasi RTLH dan memastikan intervensi kebijakan sesuai kebutuhan warga
1. Peningkatan kualitas hidup warga
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, program RTLH merupakan instrumen kebijakan strategis Pemkot Semarang yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga secara fundamental.
“RTLH adalah bagian dari ikhtiar kami dalam pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan lingkungan, sekaligus penataan kawasan pesisir. Rumah yang layak akan berdampak langsung pada kehidupan keluarga,” katanya pada kegiatan “Temu Warga Lokal" di Kecamatan Semarang Utara pada Jumat (9/1/2025).
2. Wali kota serahkan bantuan rehabilitasi RTLH
Pada kesempatan itu Agustina meninjau sekaligus menyerahkan bantuan rehabilitasi RTLH senilai total Rp20 juta kepada salah satu warga RT 03 RW 08 Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara, Suyono. Proses perbaikan membutuhkan waktu 10 hari. Hunian yang awalnya tidak layak huni kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman.
“Tadinya rumah saya tidak layak huni, sekarang sudah bisa saya tempati bersama keluarga. Terima kasih Ibu Wali Kota. Bantuan ini sangat berarti,” ungkap Suyono, yang juga menjabat sebagai Ketua RT setempat.
Selain agenda meninjau rehabilitasi RTLH, rangkaian kunjungan Wali Kota di Semarang Utara turut mencakup peninjauan betonisasi Jalan Lodan, peresmian Posyandu Minasari Bandarharjo, pengecekan IPAL Kampung Mangut, serta penyerahan bantuan pangan bagi nelayan Tambak Mulyo yang terdampak angin barat.
3. Pastikan setiap intervensi kebijakan sesuai kebutuhan warga
Melalui dialog langsung dalam "Temu Warga Lokal", Pemerintah Kota Semarang memastikan setiap intervensi kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan fundamental masyarakat sekaligus mengembalikan rasa aman bagi warga.
“Semoga bantuan RTLH ini membawa manfaat bagi masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Kota Semarang yang terpaksa tinggal di hunian yang membahayakan keselamatan maupun kesehatan keluarganya,” pungkas Agustina.