Pemkot Solo Siapkan Dana Rp4,2 M Beri Bantuan Dampak Kenaikan BBM

Surakarta, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan anggaran sekitar Rp4,2 miliar. Bantuan ini akan disalurkan untuk beberapa sektor warga yang terdampak.
Hal tersebut dilakukan guna menyikapi kebijakan pemerintah pusat terkait pemberian bantuan sosial pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
1. Beri dana dari DAU

Mobil tangki sedang mengisi BBM di Terminal BBM. (dok. Pertamina Patra Niaga) Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan anggran tersebut disiapkan sesuai dengan arahan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendri) untuk antisipasi kenaikan harga BBM.
”Sesuai arahan dari Pak Mendagri, dalam beberapa minggu ke depan kita akan fokus untuk penebalan bantalan sosial. BLT (bantuan langsung tunai), bantuan upah untuk pekerja di bawah Rp3,5 juta dan ada alokasi 2 persen dari dana transfer umum, bagi hasil dan DAU (dana alokasi khusus,” katanya Selasa, (6/08/2022).
2. Khusus untuk pekerja bidang transportasi dan UMKM.

Ilustrasi ojek online (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto) Lebih lanjut Gibran menjelaskan untuk sasaran bantuan BLT Pemkot Solo dikhususkan untuk pekerja di bidang transportasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Saat ini, Pemkot Sol9 sedang melakukan perhitungan alokasi yang akam akan disalurkan.
”Nanti segera kami rapatkan, termasuk syarat pengajuannya akan dirumuskan untuk penerima bantuan 2 persen ( 2 persen dari DAU), segera diurus Dinsos (Dinas Sosial). Sekarang kita fokus ke BLT sama BSU (Bantuan Subsidi Upah),” katanya.
Terkait kriterianya penerimanya, Gibran akan memprioritaskan warga yang rentan. Ia juga mengimbau agar bantuan ini bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat. ”Mohon digunakan untuk kebutuhan primer,” katanya.
3. Penerima mendapat bantuan Rp 600 ribu.

Ilustasi penyerahan BLT. (dok. Kemensos) Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Ahyani mengatakan jika anggaran yang rencananya dialokasikan untuk kebutuhan jaring pengaman sosial ini sekitar Rp 4,2 miliar. Sementara untuk nominal yang diterima yakni sama dengan BLT, yakni Rp 600 ribu per orang. Bantuan sendiri akan diberikan kepada 7.000 ribu penerima.
”Kemungkinan sekitar 7 ribu orang. Tapi ini belum diputuskan,” katanya.
Terkait penerimanya, Pemkot Solo berencana melakukan penyisiran. Sehingga warga yang sudah menerima salah satu bantuan, tidak menerima bantuan yang lain.
Sayangnya saat ini Pemkot Solo kesulitan untuk mengakses data BLT dan BSU. Sebab penyaluran BLT langsung dari pemerintah pusat melalui Kantor Pos dan untuk BSU dari pemerintah pusat ke BPJS Ketenagakerjaan.
”Tapi tunggu dulu, kita bisa nggak mengakses itu (data BLT dan BSU). Kalau nggak bisa ya nanti penerimanya numpuk-numpuk,” katanya.












![[FOTO] Belajar di Bawah Mesin Orang Lain](https://image.idntimes.com/post/20261022/ajp-2026-bengkel-4_bba04681-235d-4322-930b-ec3574301443_watermarked_idntimes-2.jpg)










