Tegal, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para korban bencana tanah gerak di Desa Padasari, Jatinegara, Kabupaten Tegal.
Untuk kebutuhan huntara mencapai 900 rumah. Saat ini sudah dibangun 550 rumah. Masih butuh lahan sisanya sekitar 350 rumah.
"Ini yang harus kita kawal, nanti kita carikan solusinya. Di sini sebenarnya lahan luas, cuma masih belum direkomendasikan oleh BMKG dan ESDM, karena tanahnya sebagian masih labil. Sehingga kita benar-benar memastikan tanah yang pas," kata Gus Yasin saat meninjau kondisi warga yang mengungsi di ponpes Desa Padasari, Selasa (17/2/2026).
Gus Yasin bersama istrinya Nawal Arafah Yasin berdialog dengan sejumlah pengungsi untuk memastikan kondisi para pengungsi. Selain itu menyalurkan sejumlah bantuan.
Gus Yasin mengatakan, walaupun kondisi pengungsi sehat, namun ia meminta agar proses pembangunan huntara dipercepat. Mengingat warga sudah merasa cukup lama tinggal di pengungsian.
“Yang membuat tak nyaman karena bukan rumah sendiri, dan sampai kapan (di pengungsian). Maka yang kita butuhkan percepatan huntaranya," kata dia.
Dalam kesempatan itu, karena memasuki Ramadan, Gus Yasin mengimbau semua pengungsi yang Muslim harus tetap menjalankan ibadah. Dia memastikan Biro Kesra Provinsi Jateng untuk menyediakan tempat ibadah dan musala yang layak.
"Kami pastikan dari pemerintah untuk menyiapkan sahur dan buka puasa, insyaa Allah sudah kita siapkan semuanya,” tuturnya.
Dalam kunjungan itu, Gus Yasin juga menyerahkan bantuan logisik berupa makanan, dan non permakanan, obat dan vitamin, tas dan alat tulis, beras, dan lainnya. Jumlah bantuan dari pemerintah provinsi itu senilai Rp239.315.923.
Sebagai informasi, tanah gerak mulai terjadi hari Minggu, 1 Februari 2026. Bencana ini mengakibatkan sedikitnya 2.453 jiwa atau sekitar 596 KK mengungsi, dan 900 an rumah rusak.
Ada tiga lahan alternatif relokasi telah disiapkan. Di Desa Padasari, Lebakwangi, dan Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.
