Semarang, IDN Times - Keputusan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) yang melakukan penulisan ulang sejarah terus-menerus menimbulkan pro kontra.
Pasalnya banyak orang bertanya-tanya. Apa yang mau ditulis ulang? Mau diubah apanya? Dan masih lagi banyak prasangka lainnya.
Tak terkecuali yang hinggap di benak Haryo Goeretno. Haryo bukanlah orang sembarangan. Paling tidak Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon yang menggagas penulisan ulang sejarah musti menemui Haryo.
Sebab, Haryo atau akrab disapa Pak Yoyok fasih menarasikan sejarah pasca kemerdekaan Indonesia karena dialah putra ketiga mendiang pahlawan revolusi, Kolonel Sugiono. Ketika tragedi gerakan 30 September 1965 meletus, Pak Yoyok masih kelas satu SD.
"Kalau mau (sejarah) diupdate, apanya yang diupdate. Kalau memang itu harus diluruskan kan berarti ada yang salah. Terus pemerintah mau meluruskan yang seperti apa," kata Pak Yoyok yang kini menginjak usia kepala enam tersebut ketika berbincang dengan IDN Times, di Burjoku Jalan Kaligarang Semarang Barat, Jumat (23/5/2025).