Semarang, IDN Times - Warga Kota Semarang sering merasakan embusan angin kencang yang terjadi secara mendadak, terutama pada sore hingga malam hari, selama beberapa pekan terakhir di bulan Maret 2026. Fenomena cuaca ekstrem itu memicu peningkatan kecepatan angin antara 5 hingga 20 knot (di atas 20–30 km/jam).
Kondisi tersebut juga telah mengakibatkan sejumlah insiden pohon tumbang di beberapa jalan protokol, seperti Jalan Pahlawan, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Majapahit. Fenomena terebut bukan sekadar angin biasa, melainkan hasil interaksi cuaca skala regional yang kompleks dan kondisi geografis lokal.
Berikut adalah penjelasan ilmiah mengenai penyebab angin kencang di Semarang.
