Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polemik Ijazah Gibran, Andi Azwan Pastikan Gibran Buka Dokumen Asli

Kota Surakarta
3 min read
Polemik Ijazah Gibran, Andi Azwan Pastikan Gibran Buka Dokumen Asli
Andi Azwan Ketum Militan Gibran 08 Nusantara usai bertemu dengan Jokowi. (IDN Times/Larasati Rey)
12 Oktober 2026
Setelah bertemu Joko Widodo di Solo, Andi Azwan menyatakan Gibran akan menunjukkan dokumen pendidikan asli dari SD hingga perguruan tinggi. Ia belum mengungkapkan waktu dan mekanisme penunjukannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Solo, IDN Times - Polemik mengenai latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan setelah persoalan ijazah SMA dibahas dalam persidangan Mahkamah Konstitusi (MK). Menanggapi isu tersebut, Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, menyatakan bahwa Gibran akan menunjukkan dokumen pendidikan aslinya, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Andi menyampaikan hal itu setelah bertemu Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo, di kediaman pribadinya di Sumber, Solo, Senin (12/10/2026). Namun, dia belum mengungkapkan kapan dokumen tersebut akan diperlihatkan kepada publik.

“Yang jelas ya, nanti akan diperlihatkan oleh Mas Gibran. Jadi, tunggu tanggal mainnya, seperti yang selalu saya katakan, tunggu tanggal mainnya,” ujar Andi.

  1. 1. Janji Tunjukkan Dokumen Pendidikan

    IMG-20261009-WA0005.jpg
    Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026)(dok. Setwapres)

    Andi memastikan Gibran akan memperlihatkan dokumen pendidikan yang selama ini menjadi bahan perdebatan. Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons polemik yang kembali mencuat di ruang publik, termasuk dalam persidangan MK.

    Meski demikian, Andi belum memberikan kepastian mengenai waktu maupun mekanisme penunjukan dokumen tersebut. Dia hanya meminta masyarakat menunggu hingga Gibran sendiri memperlihatkan dokumen yang dimaksud.

    Menurut Andi, polemik ijazah tersebut tidak bisa dilepaskan dari persoalan pemahaman terhadap sistem pendidikan luar negeri yang pernah ditempuh Gibran.

    Dia menilai sebagian pihak hanya melihat dokumen tertentu tanpa memahami keterkaitannya dengan tahapan pendidikan yang dijalani di luar negeri.

  2. 2. Andi Azwan Jelaskan Sistem Pathway Pendidikan Gibran

    IMG_20260921_150258.jpg
    Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan bersama jajaran saat ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Andi turut menjelaskan mengenai Certificate of Attendance dari Orchid Park Secondary School di Singapura yang menjadi salah satu dokumen yang dipersoalkan.

    Menurut dia, sertifikat tersebut tidak berdiri sendiri sebagai bukti kelulusan, melainkan menjadi bagian dari rangkaian pendidikan atau pathway yang memungkinkan seseorang melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.

    “Certificate of Attendance itu adalah satu kesatuan, bukan sendiri-sendiri. Jadi di Orchid Park Secondary School itu ada all level namanya. All level itu setara kelas 10 ke kelas 11. Masuk ke pathway,” jelas Andi.

    Dia menyebut dokumen tersebut berkaitan dengan jalur pendidikan lanjutan, termasuk program diploma hingga sarjana. Karena itu, menurutnya, penilaian terhadap riwayat pendidikan Gibran perlu mempertimbangkan keseluruhan proses yang ditempuh, bukan hanya satu sertifikat.

    “Ya, sertifikat kelulusan itu nanti digabungkan dengan dia masuk di program D3 atau di program S1. Dia tidak bisa masuk ke diploma, tidak bisa masuk ke S1 kalau tidak mempunyai sertifikat model attendance itu. Itulah pathway,” ujarnya.

    Andi juga menyinggung pendidikan Gibran di Management Development Institute of Singapore (MDIS). Dia menyebut Gibran telah menyelesaikan program Advanced Diploma sebelum melanjutkan pendidikan ke University of Bradford, Inggris, untuk meraih gelar Bachelor of Science Honours di bidang Marketing.

    “Ahli kita mengatakan bahwasanya Mas Gibran telah melampaui yang namanya Advance Diploma. Advance Diploma itu adalah setara A level atau SMA kelas 3 tamat. Makanya setelah advance diploma dia selesai, dia langsung mendaftar ke Bradford University,” kata Andi.

  3. 3. Soroti Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Luar Negeri

    IMG_20260921_150426.jpg
    Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan bersama jajaran saat ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Andi menilai perdebatan mengenai dokumen pendidikan Gibran muncul karena sistem pendidikan luar negeri kerap dibandingkan secara langsung dengan sistem yang berlaku di Indonesia.

    Menurut dia, setiap negara memiliki mekanisme pendidikan dan jalur kelulusan yang berbeda. Karena itu, dia meminta publik memahami konteks pendidikan Gibran secara menyeluruh sebelum menarik kesimpulan.

    Andi juga menyayangkan apabila pembahasan hanya berpusat pada bentuk dokumen kelulusan, tanpa mempertimbangkan proses akademik dan kompetensi yang telah ditempuh seseorang.

    “Kurikulum luar negeri itu tidak bisa dipaksakan kepada kurikulum dalam negeri. Kita diketawain sama orang-orang dari luar. Kenapa kita masih ngurus-ngurus seperti itu. Lulusan dari luar negeri itu sudah speak up semua. Nggak mau dong mereka dikatakan harus ikut paket C, kan konyol buat kita,” pungkasnya.

    Meski demikian, penjelasan Andi merupakan pandangannya terkait riwayat pendidikan Gibran. Kepastian mengenai dokumen yang dipersoalkan tetap perlu merujuk pada dokumen pendidikan resmi serta keterangan dari lembaga pendidikan terkait.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More