Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung, Rabu (31/12/2025). (Dok. Pemprov Jateng)
Luthfi mengatakan, penanganan rob tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan lama yang membebani anggaran operasional. Ia menekankan pentingnya beralih ke energi terbarukan.
“Kalau hanya pompa, itu solusi pertama. Tapi kita juga harus berpikir jangka panjang. Ini akan kita jadikan contoh. Bukan hanya untuk rob, tapi juga untuk pertanian, perikanan, bahkan perkantoran,” katanya di lokasi peresmian.
Untuk diketahui, PATS Sayung beroperasi dengan sistem hibrida. Sistem tersebut memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya utama pada siang hari dan secara otomatis beralih ke listrik PLN saat malam hari atau cuaca mendung. Mekanisme itu dinilai mampu menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini menjadi kendala biaya operasional pompa air di berbagai daerah.
Sistem PATS Sayung bekerja mengikuti ritme alam. Panel surya menangkap sinar matahari dan mengonversinya menjadi listrik arus searah (DC) untuk menggerakkan motor pompa. Air dari sungai atau genangan rob kemudian didorong naik dan dialirkan ke saluran pembuangan atau kolam penampung.
Proyek pembangunan PATS dikerjakan dalam waktu relatif singkat, yakni 68 hari, dimulai pada 16 Oktober 2025 dan rampung pada 22 Desember 2025.
Kehadiran pompa itu membuktikan bahwa adaptasi teknologi hijau dapat menjadi jawaban atas tantangan bencana hidrometeorologi di wilayah pesisir.