Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Potret Mangkunegara X Pasang Bleketepe hingga Adang jelang Dhaup Ageng

Kota Surakarta
3 min read
Potret Mangkunegara X Pasang Bleketepe hingga Adang jelang Dhaup Ageng
Pemasangan Bleketepe menjelang acara Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran. (Dok.Istimewa)
  • Pura Mangkunegaran menggelar pemasangan Bleketepe, pembukaan Singup Tuwuhan, dan Adang Sepisan sebagai persiapan Dhaup Ageng Gusti Sura dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian.
  • Mangkoenagoro X, G.K.P. Mangkoenagoro IX, dan keluarga terlibat dalam ritual yang melambangkan perlindungan, kesuburan, serta kesiapan keluarga menyambut pernikahan dan para tamu.
  • Adang Sepisan memakai pusaka Nyai Dandang dan Nyai Sumyang; sore harinya dijadwalkan prosesi Nyantri untuk menerima calon mempelai pria beserta keluarganya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surakarta, IDN Times - Suasana tradisi dan kekhidmatan mewarnai Pura Mangkunegaran, Rabu (4/11/2026). Sejumlah prosesi adat digelar sebagai bagian dari persiapan menyambut Hajad Dalem Dhaup Ageng G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian.

Pagi itu, keluarga besar Mangkunegaran menjalankan tiga prosesi sekaligus, yakni pemasangan Bleketepe, pembukaan Singup Tuwuhan, dan Adang Sepisan. Ketiganya bukan sekadar ritual menjelang pernikahan, tetapi juga menjadi simbol doa, harapan, serta kesiapan keluarga dalam menyelenggarakan hajatan agung.

Prosesi diikuti S.I.J. K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X bersama G.K.P. Mangkoenagoro IX dan sederek dalem. Rangkaian pertama berlangsung di Bangsal Tosan dengan pemasangan Bleketepe.

Anyaman daun kelapa tersebut dipasang sebagai penanda dimulainya hajatan sekaligus simbol perlindungan. Setelah pembacaan ujub dan doa, Mangkoenagoro X menyerahkan Bleketepe secara simbolis kepada abdi dalem untuk dipasang.

Suasana kemudian berlanjut dengan pembukaan Singup Tuwuhan oleh G.K.P. Mangkoenagoro IX. Rangkaian tanaman dan hasil bumi itu menjadi lambang kesuburan, pertumbuhan, serta harapan akan kehidupan baru yang baik bagi kedua calon mempelai.

Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, mengatakan ketiga prosesi tersebut dilaksanakan secara berurutan pada Rabu pagi.

“Tiga prosesi dilaksanakan secara berurutan pagi ini, yaitu pemasangan Bleketepe, pembukaan Tuwuhan, dan Adang Sepisan,” ujarnya.

Usai prosesi di Bangsal Tosan, keluarga besar Mangkunegaran bergerak menuju Jayengan atau Pawon Ageng. Di tempat inilah Adang Sepisan dilaksanakan.

Prosesi memasak nasi untuk pertama kalinya dalam rangkaian hajatan tersebut dipandu R.Ay.T. Anna Hoedoko. Mangkoenagoro X bersama G.K.P. Mangkoenagoro IX turut menuangkan beras ke dalam dandang sebagai bagian dari tata cara adat.

Menariknya, Adang Sepisan menggunakan dua piranti masak pusaka Mangkunegaran, yakni Nyai Dandang dan Nyai Sumyang. Kedua benda pusaka tersebut secara khusus digunakan dalam rangkaian Dhaup Ageng.

Penggunaan piranti warisan leluhur itu sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi keluarga Mangkunegaran tetap dirawat dalam hajatan besar yang kembali digelar setelah 18 tahun.

Lebih dari sekadar aktivitas memasak, Adang Sepisan menjadi perlambang kesiapan keluarga dalam menerima tamu, menyuguhkan jamuan, serta berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang turut menyambut Dhaup Ageng.

“Ini menjadi perlambang bahwa kami siap menerima tamu dan menyelenggarakan Dhaup Ageng,” kata Ayu.

Rangkaian adat pada Rabu tersebut belum berakhir. Pada sore harinya, keluarga Mangkunegaran dijadwalkan melaksanakan prosesi Nyantri, yakni menerima K.P.H. F.X. Adimas Rosdian beserta keluarga oleh keluarga calon mempelai putri.

Melalui setiap tahapan, Dhaup Ageng tidak hanya menjadi peristiwa sakral bagi kedua calon pengantin, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan kekayaan tradisi, filosofi, dan nilai-nilai luhur yang terus dijaga Mangkunegaran lintas generasi.

  1. 1. KGPAA Mangkuengara X menyerahkan Bleketepe kepada abdi dalem untuk kemudian dipasang diatas Pendhapa Ageng.

    IMG_7571.jpeg
    Pemasangan Bleketepe menjelang acara Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran. (Dok.Istimewa)
  2. 2. Pemasangan pisang tuwuhan yang digendong langsung oleh Permaisuri Mangkunegara IX, yang dipasang di depan Pendhapa Ageng.

    IMG_7573.jpeg
    Pemasangan pisang tuwuhan menjelang acara Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran. (Dok.Istimewa)
  3. 3. KGPAA Mangkunegara X memeriksa dapur yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi penjamuan tamu yang datang dalam acara Dhaup Ageng.

    IMG_7570.jpeg
    Prosesi Adang Sepisan menjelang acara Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran. (Dok.Istimewa)
  4. 4. KGPAA Mangkunegara X bersama ibundanya melakukan prosesi Adang Sepisan dengan menggunakan pusaka Nyai Dandang.

    IMG_7569.jpeg
    Prosesi Adang Sepisan menjelang acara Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran. (Dok.Istimewa)
  5. 5. Calon suami Gusti Sura, FX Adimas tiba di Pura Mangkunegaran untuk kemudian melakukan prosesi adat Nyantri atau pengenalan terhadap keluarga.

    IMG_7568.jpeg
    Calon suami Gusti Sura melaksankan prosesi Nyantri jelang Daup Ageng Pura Mangkunegaran. (Dok.Istimewa)
  6. 6. Calon suami Gusti Sura, FX Adimas bertemu dengan KGPAA Mangkunegara X yang nantinya akan menjadi adik iparnya.

    IMG_7565.jpeg
    Calon suami Gusti Sura melaksankan prosesi Nyantri jelang Daup Ageng Pura Mangkunegaran. (Dok.Istimewa)
  7. 7. Potret KPH FX Adimas Rosdian, calon suami Gusti Sura yang mengenakan beskab putih saat prosesi adat Nyantri.

    IMG_7566.jpeg
    Calon suami Gusti Sura melaksankan prosesi Nyantri jelang Daup Ageng Pura Mangkunegaran. (Dok.Istimewa)
  8. 8. Potret keakraban KGPAA Mangkunegara X bersama kakaknya GPH Paundrakarna saat acara pemasangan Bleketepe di Pura Mangkunegaran.

    IMG_7572.jpeg
    Mangkunegaran X bersama Gusti Paundra saat acara pemasangan Bleketepe jelang Daup Ageng Pura Mangkunegaran. (Dok.Istimewa)

Related Articles

See More