Purwokerto, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto meluncurkan program SARAH SIMAS (Pasar Murah Inflasi Kabupaten Banyumas) sebagai langkah menekan lonjakan harga kebutuhan pokok. Program tersebut digelar di pelataran Pendopo Sipanji Banyumas, Selasa (17/3/2026), dengan menyediakan paket sembako seharga Rp10 ribu bagi warga yang memperoleh kupon.
Menurut Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, program ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah tekanan inflasi yang mulai dirasakan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir terutama menjelang lebaran 2026 yang tinggal menghitung hari.
Berdasarkan data Bank Indonesia, inflasi di Kabupaten Banyumas sejak September 2025 tercatat 2,52 persen secara tahunan (year on year). Kenaikan harga terutama dipicu meningkatnya permintaan terhadap komoditas pangan seperti daging ayam ras dan telur ayam ras, sementara pasokan masih terbatas.
Tekanan harga juga dipengaruhi naiknya harga Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam, yang berdampak langsung pada biaya produksi peternak. Selain itu, fenomena ekonomi yang dikenal sebagai haven asset turut memberi kontribusi terhadap tekanan inflasi pada periode tersebut.
