Semarang, IDN Times - Kericuhan mewarnai penetapan Surat Keputusan (SK) untuk kepengurusan terbaru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang. Suasana pada Minggu (11/1/2026) semakin gaduh lantaran banyak pengurus cabang PSI Semarang menyatakan mosi tidak percaya terhadap pelantikan pengurus partai besutan Kaesang Pangarep tersebut.
"Kami meminta DPP melakukan mediasi untuk menjelaskan terkait SK yang disahkan," kata Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafilah Rozaq saat dikonfirmasi, Senin (2/1/2026).
Ia juga menduga munculnya nama Melly Pangestu dalam kepengurusan baru DPD PSI Kota Semarang mengindikasikan adanya aksi sabotase. Sebab ada kemungkinan intervensi dari pihak-pihak berkepentingan yang tidak merepresentasikan kepentingan partai.
“Kami menduga ada unsur sabotase dan kemungkinan intervensi dari pihak tertentu yang memiliki kepentingan sendiri dan tidak mewakili kepentingan partai,” bebernya.
Selain itu, ia juga mempertanyakan alasan evaluasi terhadap DPD PSI Kota Semarang, padahal menurutnya kinerja pengurus selama ini cukup baik.
“Kenapa DPD PSI Kota Semarang dievaluasi? Padahal kinerjanya sangat bagus. Bisa dicek dari aktivitas dan pergerakan di media sosial maupun media lainnya,” akunya.
Terpisah, Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo merespon keributan yang terjadi saat penetapan SK pengurus partainya tersebut.
Ia mengakui pelaksanaan sertijab dan rapat kerja hari Minggu kemarin sebagai bagian dari proses pendewasaan politik dalam tubuh PSI.
Menurutnya, dinamika yang muncul selama kegiatan berlangsung justru menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran penting bagi seluruh kader dan jajaran DPC PSI di Kota Semarang.
“Walaupun ada sedikit dinamika, kami meyakini hal itu semata-mata untuk pendewasaan organisasi. Partai yang ingin menjadi besar ibarat pohon yang makin tinggi akan makin banyak diterpa angin. Jadi, dinamika dalam dunia politik bagi kami merupakan hal yang biasa,” ujar Bangkit.
Meski demikian, Bangkit menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus melakukan verifikasi dan faktualisasi (verfak) terkait kantor baru DPD PSI Kota Semarang pada tahun ini.
“Ke depan kami akan menghadapi tahapan verifikasi faktual. Salah satu syaratnya adalah administrasi kantor, dan itu kami fokuskan untuk diselesaikan tahun ini,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa DPD PSI Kota Semarang siap menjalankan arahan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, untuk menjadikan Semarang sebagai “Kandang Gajah”.
Lebih lanjut, Bangkit mengungkapkan target politik PSI Kota Semarang ke depan. Melalui konsolidasi DPC dan hasil rapat kerja daerah (Rakerda), PSI Kota Semarang menargetkan perolehan 15 kursi DPRD Kota Semarang pada Pemilu 2029, atau meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan raihan kursi saat ini.
