Punya Potensi Wisata, Pemuda Diajak Garap Hidden Gem Kampung Semarang

Pemkot Semarang mengajak pemuda mengembangkan hidden gem kampung di 16 kecamatan dan 177 kelurahan melalui kreativitas, narasi kuat, serta pemanfaatan teknologi digital.
Pengembangan wisata kampung diarahkan untuk membuka usaha warga, termasuk kuliner, produk kreatif, budaya lokal, dan UMKM, dengan pemuda berperan sebagai pencerita, kreator konten, serta penggerak ekonomi.
Forum KNPI dan Disbudpar yang diikuti 40 perwakilan menghasilkan peta potensi wisata wilayah serta rekomendasi branding kawasan sebagai masukan prioritas pengembangan destinasi lokal.
1. Potensi wisata kampung dikembangkan secara kreatif

Kampung Pelangi Semarang (https://pariwisata.semarangkota.go.id/) Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, potensi wisata di setiap wilayah tidak hanya berupa destinasi yang sudah dikenal, tetapi juga berbagai hidden gem yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata baru.
“Maka itu, potensi wisata yang berada di tingkat kampung perlu dikembangkan dengan pendekatan yang lebih kreatif. Tidak cukup hanya memiliki objek atau lokasi menarik, tetapi juga membutuhkan narasi yang kuat dan pemanfaatan teknologi digital untuk mengenalkannya kepada wisatawan,” ungkapnya pada Forum Diskusi Pemuda “Semarang Waras Pemudane: Kupas Potensi Wisata Lokal Kota Semarang” yang digelar DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Selasa (22/9/2026).
Menurut Agustina, Kota Semarang kaya akan potensi dan hidden gem, mulai dari wisata sejarah, kuliner, hingga wisata alam berbasis masyarakat seperti kawasan Goa Kreo, Waduk Jatibarang, hingga pesisir. Demikian juga, hidden gem di kampung-kampung di tiap kecamatan atau kelurahan.
Sehingga, kata dia, dengan dikembangkan wilayah tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
“Kota Semarang memiliki sumber daya dan fasilitas, sementara pemuda memiliki energi, kreativitas, dan jejaring. Ketika ini dikolaborasikan, destinasi lokal bisa menjadi ruang tumbuh UMKM dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
2. Kampung jadi ruang bagi warga kembangkan usaha

gambar Kampung Pelangi Semarang (instagram.com/hannanaumanen) Dengan pendekatan tersebut, kampung tidak hanya menjadi lokasi wisata, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi warga untuk mengembangkan usaha, kuliner, produk kreatif, maupun aktivitas berbasis budaya lokal.
Sementara, Ketua DPD KNPI Kota Semarang, Yohana Citra Mahardhika mengatakan, forum tersebut menjadi ruang bagi pemuda untuk melihat potensi di lingkungan masing-masing secara lebih kritis dan solutif.
Menurutnya, setiap wilayah memiliki cerita dan karakter yang bisa menjadi modal pengembangan wisata.
“Setiap wilayah di Semarang memiliki cerita, tradisi, dan keunikan kuliner tersendiri. Melalui forum ini, KNPI mengajak pemuda untuk hadir sebagai pencerita, pencipta konten, dan penggerak ekonomi kampung,” ujarnya.
Peran tersebut dapat dilakukan melalui pembuatan konten digital, penguatan cerita sejarah lokal, pengembangan kegiatan wisata, hingga promosi produk UMKM di masing-masing wilayah.
3. Hasilkan peta potensi wisata wilayah

Pasar Semawis di Kawasan Pecinan Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Untuk diketahui, forum yang diikuti 40 perwakilan organisasi kepemudaan dan komunitas pariwisata tersebut tidak hanya membahas potensi wisata, tetapi juga menghasilkan peta potensi wisata wilayah.
Selain itu, peserta menyusun rekomendasi strategi branding kawasan yang dapat menjadi masukan dalam pengembangan destinasi lokal.
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, masukan dari kalangan pemuda akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun prioritas pengembangan destinasi pariwisata berbasis wilayah.
“Dengan pemetaan tersebut, potensi wisata di tingkat kampung diharapkan dapat dikembangkan secara lebih terarah, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam ekonomi pariwisata Kota Semarang,” katanya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















