Ramai Isu Badai Layoff, 3 Cara Cerdas Hitung dan Siapkan Dana Darurat

Di tengah isu layoff dan ekonomi tidak pasti, dana darurat menjadi jaring pengaman; target dihitung dari pengeluaran pokok: 3–6 bulan untuk lajang, 6–12 bulan bagi yang bertanggungan.
Mulai menabung dana darurat saat gajian melalui prinsip pay yourself first, dengan alokasi realistis 5–10 persen pendapatan dan fitur auto-debet agar konsisten.
Simpan dana di rekening terpisah yang likuid serta bebas biaya admin atau reksadana pasar uang; percepat pengumpulan lewat audit pengeluaran dan pendapatan non-gaji.
Semarang, IDN Times — Isu badai layoff atau pemutusan hubungan kerja di berbagai sektor industri kembali menjadi perbincangan hangat. Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi, memiliki dana darurat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan krusial sebagai jaring pengaman finansial keluarga.
Namun, bagi sebagian orang yang berpenghasilan pas-pasan, membangun dana simpanan darurat sering kali terasa berat. Padahal, dana darurat tidak harus langsung terkumpul dalam jumlah besar sekaligus.
Berikut tiga cara cerdas menghitung dan menyiapkan dana darurat agar keuangan tetap aman meski dengan gaji terbatas:
1. Hitung Target Berdasarkan Pengeluaran Pokok, Bukan Total Gaji

Suasana pabrik PT Victory Apparel Indonesia di Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan menjadi salah satu pabrik garmen yang menghadapi PHK pada 2026. (IDN Times/Fariz Fardianto) Langkah awal yang paling krusial adalah menentukan besaran target dana darurat. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menghitung target berdasarkan total gaji bulanan, padahal yang menjadi acuan utama adalah pengeluaran kebutuhan pokok harian.
Pengeluaran pokok meliputi biaya makan, sewa tempat tinggal atau cicilan, operasional listrik/air, transportasi harian, serta tagihan rutin wajib.
Lajang/Belum Menikah: Idealnya memiliki dana darurat sebesar 3 hingga 6 kali pengeluaran pokok bulanan.
Menikah/Memiliki Tanggungan: Idealnya memiliki dana darurat sebesar 6 hingga 12 kali pengeluaran pokok bulanan.
Simulasi: Jika pengeluaran pokok harian dan bulanan kamu berada di angka Rp2,5 juta dan kamu belum memiliki tanggungan, maka target dana darurat minimal yang perlu dikumpulkan adalah Rp7,5 juta (3 x Rp2,5 juta).
2. Terapkan Trik Pay Yourself First dengan Persentase Kecil

ilustrasi stoikisme buat kamu yang baru kena PHK (pexels.com/ANTONI SHKRABA production) Mengandalkan uang sisa di akhir bulan untuk ditabung hampir selalu gagal karena dana cenderung habis untuk kebutuhan yang tidak terencana. Ubah pola pikir dengan menyisihkan uang di awal begitu menerima gaji.
Sisihkan 5–10 Persen di Awal: Jika gaji terasa pas-pasan, tidak perlu memaksakan diri menyisihkan nominal besar seperti 20 atau 30 persen. Mulailah secara realistis dengan alokasi 5 hingga 10 persen dari total pendapatan.
Gunakan Fitur Auto-Debet: Aktifkan fitur potong otomatis dari rekening utama ke rekening khusus simpanan pada tanggal gajian agar proses menabung berjalan konsisten tanpa godaan.
3. Simpan di Instrumen yang Likuid dan Bebas Biaya Admin

ilustrasi PHK (vecteezy.com/Titiwoot Weerawong) Uang dana darurat harus bisa diakses dengan cepat saat situasi kritis terjadi, namun tetap aman dan tidak tergerus biaya operasional harian. Hindari menyimpan dana darurat di rekening belanja harian agar tidak terpakai secara tidak sengaja.
Bank Digital Tanpa Biaya Admin: Gunakan rekening bank digital terpisah yang memberikan fasilitas bebas biaya transfer dan bebas biaya administrasi bulanan.
Reksadana Pasar Uang (RPU): Untuk porsi dana darurat yang sudah terkumpul, kamu bisa menempatkannya pada instrumen Reksadana Pasar Uang. RPU memiliki tingkat risiko rendah, tingkat likuiditas tinggi, serta imbal hasil yang cenderung stabil di atas bunga tabungan biasa.
4. Tips Ekstra Mempercepat Pengumpulan Dana

ilustrasi PHK menganggur (vecteezy.com/Titiwoot Weerawong) Audit Pengeluaran Harian: Evaluasi kembali pengeluaran rutin yang sifatnya opsional, seperti langganan streaming yang jarang dipakai atau kebiasaan jajan harian.
Manfaatkan Pendapatan Non-Gaji: Alokasikan insentif, bonus kerja, THR, atau hasil pekerjaan sampingan (side hustle) langsung ke dalam rekening dana darurat untuk mempercepat pencapaian target.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















