Klaten, IDN Times - Dinamika unik terjadi di jalur bebas hambatan wilayah Kabupaten Klaten selama sepekan Operasi Ketupat Candi 2026. Data terbaru Posko Induk Polres Klaten menunjukkan fenomena "pendinginan" arus keluar tol yang terjadi jauh lebih cepat dan konsisten dibandingkan arus masuk.
Jika biasanya media menyoroti kemacetan saat puncak, data menunjukkan bahwa setelah menyentuh angka fantastis 45.282 kendaraan keluar tol pada 21 Maret, volume kendaraan yang meninggalkan tol Klaten justru merosot tajam hingga hanya tersisa 28.048 kendaraan pada 23 Maret.
Penurunan arus keluar sebesar hampir 40% dalam waktu singkat ini menandakan fase distribusi pemudik ke wilayah pelosok Klaten dan sekitarnya telah tuntas lebih awal. Sebaliknya, arus kendaraan yang masuk melalui tol masih bertahan di angka tinggi, yakni 26.808 kendaraan pada 24 Maret.
Kasihumas Polres Klaten menjelaskan bahwa pola fluktuatif ini menandai pergeseran psikologi pengemudi. "Arus kendaraan di wilayah Klaten sempat mencapai puncaknya dan kini mulai menunjukkan tren penurunan, namun situasi di lapangan tetap dalam kategori ramai lancar," ungkapnya, Selasa (24/3/2026).
Pergerakan kendaraan menunjukkan anomali menarik di mana lonjakan tertinggi justru terjadi di akhir pekan, Puncak Arus Masuk: 23 Maret (28.404 kendaraan). Puncak Arus Keluar: 21 Maret (45.282 kendaraan). Tren Terkini: Arus keluar tol menurun lebih konsisten dibanding arus masuk yang masih cenderung padat.
Dengan melandainya arus keluar tol, titik fokus pengamanan kini bergeser dari gerbang tol menuju jalur-jalur arteri dan kawasan wisata. Polisi mencatat bahwa meskipun volume kendaraan mulai berangsur turun dari angka puncak, aktivitas di jalan raya masih didominasi oleh pergerakan lokal dan wisatawan yang memanfaatkan sisa libur Lebaran.
Pihak Polres Klaten terus menyiagakan personel untuk mengawal fase transisi ini, memastikan jalur Klaten tetap menjadi koridor yang nyaman sebelum gelombang arus balik nasional dimulai.
