Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rentan Dioplos Etomidate, Ditnarkoba Razia Vape di Kota Lama Semarang

Kota Semarang
2 min read
Rentan Dioplos Etomidate, Ditnarkoba Razia Vape di Kota Lama Semarang
Aparat reserse narkoba merazia Golden Tiger Kota Lama Semarang. (IDN Times/Dok Ditresnarkoba Polda Jateng)
  • Ditresnarkoba Polda Jateng merazia pemilik vape di sejumlah tempat hiburan Semarang untuk mengantisipasi penggunaan vape yang dicampuri obat keras etomidate.

  • Personel gabungan memeriksa pengunjung, melakukan tes urine, dan mengecek perangkat vape di Golden Tiger serta Baby Face, Kota Lama Semarang.

  • Seluruh pemeriksaan di dua lokasi menunjukkan hasil negatif; kepolisian tetap mengimbau masyarakat waspada dan mendukung upaya memutus peredaran narkoba.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN TImes - Penggunaan vape yang kini rawan dicampuri obat keras etomidate menjadi perhatian tersendiri oleh penyidik Ditresnarkoba Polda Jateng. 

Aparat Ditresnarkoba Polda Jateng sejak dua hari belakangan merazia pemilik vape di sejumlah tempat hiburan.

Ini tindakan Polda Jateng dalam memberantas peredaran narkoba. Kegiatan serupa juga dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Jawa Tengah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai peredaran etomidate dalam vape di Kota Semarang," ungkap Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng, AKBP Mega Laksana Putra saat razia di Kota Lama Semarang, Selasa malam (20/10/2026). 

Personel gabungan merazia Golden Tiger di kawasan Kota Lama Semarang Utara dengan memeriksa sejumlah pengunjung dan melakukan tes urine untuk mengantisipasi penyalahgunaan vape.

Pemeriksaan kemudian berlanjut ke Baby Face sekitar pukul 23.41 WIB. Kali ini, petugas juga mengecek beberapa perangkat vape untuk memastikan tidak ada kandungan zat terlarang.

Oleh karena itu, Mega mengimbau masyarakat agar tidak lengah terhadap kemungkinan peredaran etomidate melalui vape di Kota Semarang. Meski hasil pemeriksaan di dua tempat hiburan malam itu negatif, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran zat tersebut.

Ia mengatakan sidak merupakan bagian dari upaya kepolisian mencegah, sekaligus mengendus rantai peredaran narkoba di Semarang. Kendati demikian, pemeriksaan di dua tempat hiburan malam kali ini, menunjukkan hasil negatif. "Hasil pemeriksaan di dua tempat negatif," akunya. 

Mega berharap, masyarakat dapat mendukung pemberantasan narkoba. Pemeriksaan di tempat hiburan malam, diharapkan tidak hanya menjadi langkah pencegahan, tetapi juga membantu memutus rantai peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Jateng.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More