Semarang, IDN Times - Risiko resesi global telah membuat para pengusaha di Jawa Tengah ketar-ketir. Musababnya, laju ekspor sejumlah produk perkayuan dan garmen belakangan ini merosot drastis menyusul adanya penurunan permintaan konsumen dari negara kawasan Eropa dan Amerika Serikat.
"Dampak resesi berbagai negara mulai kita rasakan. Pengiriman barang yang diekspor ke luar negeri sudah mulai berkurang sekali. Khususnya ke buyer Eropa, Amerika Serikat. Karena pertumbuhan ekonomi di sana tidak baik. Daya beli warganya juga merosot," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi ketika dikontak IDN Times, Rabu (19/10/2022).
