Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260203_112222.jpg
Deretan genteng produksi perajin asal Mayong Jepara tengah ditata oleh seorang penjual d toko Genteng Anugerah Genteng Medoho Gayamsari Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Intinya sih...

  • Penjual genteng mendukung langkah Prabowo

  • Pasokan genteng perlu diperbanyak

  • Genteng lebih adem, tahan cuaca, dan murah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Sejumlah penjual genteng menyambut positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat menggunakan genteng sebagai atap rumah ketimbang menggunakan bahan baku dari seng. 

Menurut seorang pedagang genteng di Toko Anugerah Genteng, Jalan Medoho Raya, Kecamatan Gayamsari Semarang, Sita Siswati, kebijakan dari Prabowo sebaiknya dibarengi dengan peningkatan produksi genteng agar dapat didistribusikan lebih banyak ke daerah-daerah. 

"Saya setuju sama programnya Pak Prabowo karena biar masyarakat lebih gampang dapatkan barangnya. Soalnya kalau rumahnya pakai galfalum itu mahal. Jadi biar lebih banyak yang pakai genteng. Cuman mestinya stok gentengnya itu ditambau lagi. Terus harganya dibuat lebih miring," kata Sita kepada IDN Times, Selasa (3/2/2026). 

Sita menuturkan pasokan genteng selama ini diperoleh dari sentra UMKM genteng Jatiwangi Jabar dan Kebumen. Setiap kali kulakan, tokonya memperoleh kiriman 5.000 genteng. 

Selain dari Jatiwangi dan Kebumen, genteng dengan kualitas bagus juga ia dapatkan dari sentra perajin Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Pelanggannya kerap membeli genteng dalam jumlah satuan maupun borongan. Satu unit genteng rata-rata dijual antara Rp.5000-Rp14.000. "Paling ramai pas hujan kayak gini, Mas. Karena banyak orang beli genteng buat ganti yang bocor atau retak. Ada yang beli 10 biji, 20 biji. Kalau ramai banget ada yang beli 3.000 genteng sekaligus," akunya. 

Pakai genteng lebih adem dan bisa menyerap panas

Menggunakan genteng sebagai atap rumah, katanya memang lebih adem ketimbang besi seng atau galfalum. Sebab genteng bisa menyerap panas, tahan cuaca dan tidak gampang rusak. 

Harga genteng pun diakuinya cenderung murah ketimbang lembaran seng. 

"Kalau memakai ganteng lebih adem. Harganya juga murah genteng ketimbang seng," tuturnya. 

Umumnya yang menjadi primadona masyarakat ialah genteng soka. Selain tebal, genteng soka yang diproduksi oleh perajin dari Kebumen juga dikenal punya bentuk artistik. Sehingga sedap dipandang untuk atap rumah. 

"Warga Semarangan sukanya beli yang genteng soka. Soalnya tahan lama. Bentuknya bagus, tebal terus kena hujan atau panas tetap kokoh," paparnya. 

Tokonya yang sudah beroperasi belasan tahun sudah sering menghadapi kondisi pasang surut penjualan genteng. Penjualan genteng memang tak pernah stabil. Namun tetap menjadi tumpuan masyarakat yang sedang membangun rumah. Maupun merenovasi rumah agar kelihatan indah. 

Sita berharap pemerintah benar-benar membantu UMKM genteng untuk meningkatkan perekonomian. Minimal dengan memberikan edukasi manfaat menggunakan genteng sebagai atap rumah. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Prabowo dalam Taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Minggu (2/2/2026), mengatakan atap rumah yang menggunakan genteng lebih indah daripada dari seng yang mudah berkarat. 

Editorial Team