Semarang, IDN Times - Sejumlah penjual genteng menyambut positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat menggunakan genteng sebagai atap rumah ketimbang menggunakan bahan baku dari seng.
Menurut seorang pedagang genteng di Toko Anugerah Genteng, Jalan Medoho Raya, Kecamatan Gayamsari Semarang, Sita Siswati, kebijakan dari Prabowo sebaiknya dibarengi dengan peningkatan produksi genteng agar dapat didistribusikan lebih banyak ke daerah-daerah.
"Saya setuju sama programnya Pak Prabowo karena biar masyarakat lebih gampang dapatkan barangnya. Soalnya kalau rumahnya pakai galfalum itu mahal. Jadi biar lebih banyak yang pakai genteng. Cuman mestinya stok gentengnya itu ditambau lagi. Terus harganya dibuat lebih miring," kata Sita kepada IDN Times, Selasa (3/2/2026).
Sita menuturkan pasokan genteng selama ini diperoleh dari sentra UMKM genteng Jatiwangi Jabar dan Kebumen. Setiap kali kulakan, tokonya memperoleh kiriman 5.000 genteng.
Selain dari Jatiwangi dan Kebumen, genteng dengan kualitas bagus juga ia dapatkan dari sentra perajin Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
Pelanggannya kerap membeli genteng dalam jumlah satuan maupun borongan. Satu unit genteng rata-rata dijual antara Rp.5000-Rp14.000. "Paling ramai pas hujan kayak gini, Mas. Karena banyak orang beli genteng buat ganti yang bocor atau retak. Ada yang beli 10 biji, 20 biji. Kalau ramai banget ada yang beli 3.000 genteng sekaligus," akunya.
