Semarang, IDN Times - Ribuan guru non-ASN di Jawa Tengah bakal menerima insentif sebesar Rp2,1 juta dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Ribuan Guru Non ASN di Jateng Bakal Menerima Insentif Rp2,1 Juta

1. Gubernur Jateng sambut positif insentif bagu guru non-ASN
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif program insentif bagi guru non-ASN dan pendidik nonformal, yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Menurut Luthfi, insentif tersebut merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru.“Guru-guru menjadi lebih sejahtera dengan hadirnya negara,” kata Ahmad Luthfi.
Program tersebut diluncurkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti. Program ini sekaligus sebagai rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Tiga program tersebut dikemas dalam tajuk “Kado HUT RI dari Presiden untuk Guru”.
2. Pemprov Jateng beri insentif guru ASN dan pendidik nonformal
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan, Pemprov Jateng sudah lebih dulu memulai memberikan insentif guru non-ASN dan pendidik nonformal. Insentif tersebut berupa gaji atau honorarium guru pada satuan pendidikan (satpend) negeri (SMA/SMK/SLB) yang sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK).
Honorarium bagi guru non-ASN, termasuk guru tamu, tersebut ditanggung APBD Provinsi Jateng, melalui skema belanja Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan. Pada 2025 alokasi BOP Pendidikan Jateng sebesar Rp472,381 miliar. Jumlah guru non-ASN atau guru tidak tetap (GTT) pada Satpend negeri di Jateng berjumlah 3.043 orang, terbagi atas guru SMA 1.313 orang, SMK 1.442 orang, dan SLB 288 orang.
Khusus untuk guru pada Satuan Pendidikan Swasta (SMA, SMK, dan SLB), Pemprov Jateng juga memberikan dukungan pembiayaan, yang salah satunya diarahkan untuk pemenuhan honor bagi guru, melalui skema belanja Bosda. Pada 2025, APBD Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Bosda sebesar Rp142,632 miliar.
3. Program Kemendikdasmen mengisi ruang yang belum disentuh
Sementara, program yang dijalankan Kemendikdasmen, mengisi ruang yang belum disentuh oleh pemerintah provinsi. Di antaranya terkait insentif berupa bantuan subsidi upah (BSU) selama tujuh bulan, dengan nilai Rp300.000 per bulan.
“Baru tahun ini ada untuk insentif selama tujuh bulan, berarti total nilainya Rp2,1 juta. Dengan peningkatan kesejahteraan ini, harapannya kualitas pendidikan di Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya, akan lebih bermutu dan berkualitas,” jelas Sadimin.
Sementara itu, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, “Kado HUT RI dari Presiden untuk Guru” merupakan tiga program strategis Kemendikdasmen, dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Tahun ini pemerintah memberikan insentif bagi 12.500 guru, untuk menempuh jenjang pendidikan S1 atau D4 melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL), di 112 perguruan tinggi.