PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menjaga keandalan infrastruktur Stasiun Gas Bojonegara. (Dok. PGN).
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama mengatakan, sekitar 62 persen dari total Capex 2026 akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur hilir dan menengah. Prioritas utamanya adalah penguatan pipa distribusi gas dan perluasan Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas).
"Investasi akan dilakukan secara selektif dan bertahap untuk mendukung ketahanan energi. Kami percaya, dedikasi SDM yang profesional dan berintegritas merupakan motor penggerak utama untuk mencapai target perusahaan tersebut," katanya dilansir keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).
Komitmen investasi itu langsung direalisasikan di berbagai wilayah strategis, salah satunya Jawa Timur. Saat ini, volume penyaluran gas bumi PGN di Jawa Timur sudah mencapai 197,91 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day), dengan serapan terbesar dari sektor industri.
Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham menyebutkan, perusahaan sedang mengoptimalkan integrasi jaringan pipa eksisting dengan infrastruktur beyond pipeline. Strategi ini menekankan penguatan skema Liquefied Natural Gas (LNG) untuk menghadirkan fleksibilitas pasokan bagi pelanggan industri dan rumah tangga.
"PGN siap beradaptasi dengan berbagai skema pasokan gas bumi untuk merespons kebutuhan secara efisien sekaligus mendukung keandalan energi di Jawa Timur," imbuhnya.