Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Suasana salah satu pulau di Karimunjawa. (IDN Times/Dok Balai Taman Karimunjawa)
Suasana salah satu pulau di Karimunjawa. (IDN Times/Dok Balai Taman Karimunjawa)

Intinya sih...

  • Lebaran 2025, 2.500 wisatawan domestik kunjungi Pulau Karimunjawa, Jepara
  • Kedatangan wisatawan mulai meningkat sejak pemerintah pusat umumkan libur panjang Lebaran
  • Homestay penuh, kapasitas angkut kapal penuh, dan spot diving serta snorkeling diminati para wisatawan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jepara, IDN Times - Tak kurang 2.500 wisatawan domestik menikmati liburan panjang Lebaran 2025 dengan mengunjungi Pulau Karimunjawa di Kabupaten Jepara. 

Mereka yang berasal dari berbagai daerah bahkan luar Jawa menempuh perjalanan berjam-jam naik KM Siginjai maupun Expres Bahari dari Dermaga Kartini Jepara menuju Dermaga Karimun.

1. Kapasitas KM Siginjai dan Express Bahari full

Pengawasan terhadap wisatawan di Karimunjawa. (IDN Times/Dok Balai Taman Nasional Karimunjawa)

Kepala PNPB Balai Taman Nasional Karimunjawa, Isai Yudistira mengungkapkan kedatangan wisatawan mulai mengalami peningkatan sejak tanggal 28 Maret kemarin atau tepat saat pemerintah pusat mengumumkan awal libur panjang Lebaran. 

Kemudian setelah itu tercatat 1.000-2.500 wisatawan berdatangan ke Karimunjawa guna menginap di homestay sekaligus merencanakan liburan dengan menyelam di dasar laut Karimunjawa. 

"Kalau Rabu kemarin sejak pagi Siginjai full penumpang. Kapasitas angkut mobil dan motor juga penuh. Pas liburan ini sekali trip Siginjai bawa kurang lebih 300 penumpang. Sedangkan Express Bahari membawa 400 penumpang. Kalau dirata-rata sejak tanggal 28 sampai sekarang ada 2.500 lebih wisatawan yang datang ke Karimunjawa," kata Isai kepada IDN Times, Kamis (3/4/2025). 

2. Spot diving dan snorkeling diminati wisatawan

ilustrasi kegiatan snorkeling di wilayah ekosistem terumbu karang (pexels.com/John Cahil Rom)

Isai menyebut sejumlah homestay saat ini penuh. Para wisatawan sebagian memesan kamar homestay jauh-jauh hari. 

Berdasarkan data yang ia terima ada sejumlah spot diving dan snorkeling yang diminati para wisatawan. Yaitu mulai dari spot bawah laut Pulau Kemujan, Pulau Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil, Pulau Cemara Besar, pulau penangkaran dan pelepasan penyu serta sejumlah pulau kecil lainnya di sisi barat Karimunjawa. 

"Sudah ada rombongan wisatawan yang sewa 44 kapal yang ada di sini. Kapalnya milik nelayan yang memang dipakai buat mengantar turis yang suka diving dan snorkeling. Satu kapal bisa diisi tujuh orang," akunya. 

3. Balai Karimunjawa dan Polair rutin patroli

Hutan Mangrove Karimunjawa (https://karimunjawa.co.id/)

Kendati demikian, pihaknya telah mewanti-wanti kepada wisatawan yang memiliki penyakit bawaan supaya menghindari kegiatan snorkeling supaya dapat mencegah kejadian yang tidak diinginkan. 

Selain itu, wisatawan juga sudah diminta menjaga ekosistem bawah laut utamanya terumbu karang dan juga ikan-ikan kecil agar tetap lestari. 

"Kegiatan snorkeling maupun diving tetap kita pantau. Kami bersama Polairud dan Lanal berpatroli di kawasan wisata untuk mengantisipasi pelanggaran. Kami juga imbau saat snorkeling, pengunjung tetap mentaati aturan, jangan buang sampah sembarangan, yang punya penyakit bawaan supaya memperhatikan kesehatannya," ungkapnya. 

4. Disporapar petakan tujuh kerawanan saat libur Lebaran

Legon Lele di Karimunjawa (https://id.wikipedia.org/)

Terpisah, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jawa Tengah, Aria Chandra mengungkapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Polda Jateng, beberapa kerawanan yang harus diantisipasi sejak dini ialah resiko munculnya premanisme, pungutan liar bahkan ada kemungkinan tempat wisata yang dituju telah over kapasitas. 

"Potensi kerawanan sosial ada tujuh poin, premanisme, pungli, permainan pedagang yang melakukan getok harga (makanan) dan juga over kapasitas. Ini jadi perhatian kami di DTW (destinasi tempat wisata) di kabupaten kota. Karena tentunya kami paham bahwa mayoritas DTW dikelola masing-masing pemerintah kabupaten kota dan pihak swasta," ujar Aria. 

Saat ini pihaknya telah membuka layanan TIC online di tiap tempat wisata. Keberadaan TIC online dimanfaatkan sebagai sarana menampung aduan kepadatan lalu lintas menuju tempat wisata maupun kasus-kasus lainnya yang meresahkan para pemudik. 

"Kita buka TIC online untuk menampung aduan kepadatan lalin. Ini untuk mendukung kenyamanan arus mudik," terangnya. 

Editorial Team