Semarang, IDN Times - PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sekaligus Public Expose, Selasa (5/5/2026). Pada acara tersebut, manajemen memaparkan perombakan jajaran direksi, persetujuan pembagian dividen tunai, hingga kemajuan strategi transformasi kecerdasan buatan (AI) perusahaan.
RUPST Indosat 2026: Rombak 3 Direksi, Bagi Dividen, dan 3 Strategi AI

1. Perombakan jajaran direksi dan komisaris
Perusahaan resmi merombak susunan Dewan Direksi untuk mempercepat agenda transformasi. Presiden Direktur sekaligus CEO Indosat, Vikram Sinha, menyambut kehadiran tiga direktur baru.
Mereka adalah Honesti Basyir yang merupakan mantan Direktur Wholesale & International Service Telkom. Ia resmi bergabung dengan membawa pengalaman lebih dari dua dekade di industri telekomunikasi, sehingga diyakini akan mempercepat eksekusi strategi AI perusahaan.
Selain itu, Reski Damayanti juga bergabung sebagai pemimpin perempuan dengan rekam jejak dua dekade di bidang hukum, regulasi, dan tata kelola perusahaan pada sektor telekomunikasi maupun FMCG. Kehadirannya akan mendorong inisiatif regulasi seperti solusi anti-spam dan anti-scam berbasis AI.
Direktur ketiga adalah Apoorva Mehrotra yang ditunjuk menjabat posisi Chief Growth Officer berbekal pengalaman internasional lebih dari 25 tahun di Asia dan Afrika, termasuk menjabat sebagai Regional CEO East Africa di Airtel Africa. RUPST ini juga menyetujui pengangkatan Seppalga Ahmad sebagai Komisaris, serta memberhentikan dengan hormat Ahmad Zulfikar dari posisi Direktur dan Achmad Syah Reza dari posisi Komisaris.
2. Pembagian dividen dan pencapaian keuangan
Pada aspek keuangan, para pemegang saham sepakat membagikan dividen tunai bernilai Rp111 per lembar saham. Terdapat perbedaan data mengenai total nilai dividen pada laporan sumber, yakni berkisar antara Rp3,57 triliun, Rp3,58 triliun, hingga Rp3,6 triliun. Dividen tersebut akan dibagikan paling lambat 30 hari setelah pengumuman risalah resmi rapat.
Terkait kinerja laba, terdapat ketidakselarasan rincian pencapaian laba bersih tahun buku 2025 pada dokumen sumber, di mana satu bagian mencatat Rp1,92 triliun, sementara laporan presentasi lain mencatat pertumbuhan 12,2 persen menjadi Rp5,5 triliun.
Di sisi operasional, basis pelanggan stabil pada angka 94 juta, dengan penyusutan sekitar 2 juta akibat tren konsolidasi kartu SIM. Tingkat Pendapatan Rata-Rata per Pengguna (ARPU) saat ini berada di kisaran Rp45.000.
Merespons pencapaian tersebut, harga saham ISAT di lantai bursa sempat naik 2,40 persen ke posisi Rp2.130, meski secara akumulatif sejak awal tahun (year to date) mengalami fluktuasi dengan catatan penurunan 8,19 persen.
3. Tiga pilar strategi AI
Perusahaan, lanjut Vikram, juga terus mempercepat transformasi dari operator konvensional menjadi entitas AI TechCo melalui tiga pilar utama AI North Star. Pilar pertama adalah AI Native Telco yang mengintegrasikan AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis inti.
Hasilnya, pendapatan inti kuartal pertama 2026 tumbuh mendekati 12 persen secara tahunan, sebuah pencapaian yang disoroti McKinsey dalam acara Google Next di Amerika Serikat, belum lama ini. Melalui pilar tersebut, pelanggan menikmati akses Gemini Plus gratis selama enam bulan dan terlindungi dari sekitar 2 miliar pesan penipuan berkat teknologi pemblokiran AI.
Pilar kedua yakni AI Native TechCo menggarap peluang komputasi awan dan keamanan siber melalui kemitraan strategis bersama Nvidia. Infrastruktur komputasi awan AI ini bersiap ditingkatkan skalanya dari 2 MW menjadi 100 MW hingga 1 GW.
"Bisnis infrastruktur AI ini menyumbang pendapatan 28 juta dolar AS pada tahun lalu dan 16 juta dolar AS pada kuartal pertama 2026," ungkap Vikram.
Terakhir, pilar AI Nation Shaper hadir melalui peluncuran platform kolaboratif Sahabat-AI yang menggunakan bahasa dan konteks lokal Indonesia demi melindungi kedaulatan data maupun linguistik nasional.