Mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, KH Drs Ahmad Kifni sebut penetapan Idulfitri lebih awal didasarkan pada metode hisab, yakni perhitungan astronomi yang telah lama digunakan Muhammadiyahpenetapan Idulfitri lebih awal didasarkan pada metode hisab, yakni perhitungan astronomi yang telah lama digunakan Muhammadiyah., Jumat (20/3/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, KH Drs Ahmad Kifni, dalam ceramahnya menjelaskan bahwa penetapan Idulfitri lebih awal didasarkan pada metode hisab, yakni perhitungan astronomi yang telah lama digunakan Muhammadiyah.
Menurutnya, keputusan tersebut bukan bentuk fanatisme organisasi, melainkan hasil kajian ilmiah yang memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. “Ber Idulfitri hari Jumat ini bukan karena hawa nafsu atau fanatisme golongan, tetapi karena ilmu hisab yang kita yakini,"ujar Ahmad Kifni, yang berasal dari Tanjung, Purwokerto.
Ia menambahkan, dalam Islam, ibadah tidak hanya soal pelaksanaan, tetapi juga harus memenuhi syarat diterimanya amal. "Amal itu diterima ada tiga: tidak syirik, ikhlas, dan dilandasi ilmu, maka penetapan ini adalah bagian dari ikhtiar ilmiah," jelasnya.