Kemeriahan suasana perayaan Dugderan di Jalan Ki Narto Sabdo Semarang terlihat saat memasuki akhir pekan. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Guna mendukung kelancaran acara, Dinas Perhubungan Kota Semarang akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi Pasar Rakyat. Jalan Ki Narto Sabdo akan ditutup total bagi kendaraan bermotor mulai 7 hingga 16 Februari 2026 untuk digunakan sebagai area stan UMKM dan wahana permainan.
Pengunjung diimbau untuk memarkir kendaraan di kantong parkir resmi, seperti Gedung Parkir Masjid Agung Kauman, basement Alun-alun Pasar Johar, atau basement SCJ Matahari.
Mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan hujan intensitas sedang di Semarang pada periode tersebut, masyarakat disarankan membawa perlengkapan hujan dan mengenakan pakaian yang nyaman saat mengunjungi lokasi festival.
Sebagai informasi, tradisi Dugderan pertama kali dicetuskan pada masa Bupati Semarang R.M. Tumenggung Ario Purboningrat (1881-1882). Awalnya, tradisi ini berfungsi sebagai media komunikasi pemerintah untuk menyatukan perbedaan pendapat masyarakat mengenai penentuan awal puasa, yang kini bertransformasi menjadi festival pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah.
Berikut jadwal singkat Dugderan 2026:
7-16 Februari: Pasar Rakyat (Kuliner, UMKM, Wahana Permainan) di Alun-alun Kauman.
16 Februari: Kirab Budaya (Balai Kota - Masjid Agung Kauman - MAJT).
16 Februari: Prosesi Pemukulan Beduk dan Pembagian Roti Ganjel Rel.