Stigma terhadap Kelelawar sebagai hewan perusak masih terjadi sampai saat ini. Padahal, hewan nokturnal tersebut memegang peranan penting dalam menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati khususnya di hutan hujan tropis.
Pekalongan, IDN Times - Banyak yang mengidolakan, namun tidak sedikit yang tidak menyukai buah Durian. Buah khas wilayah tropis antara 23,5° Lintang Utara (LU) dan 23,5° Lintang Selatan (LS) itu memiliki ragam kandungan vitamin serta nilai gizi yang tinggi bagi kesehatan. Seperti vitamin C, B, potasium, zat besi, lemak sehat, serat, dan senyawa nabati.
Manfaat buah Durian antara lain menjaga saluran pencernaan, mengatasi sembelit, serta meminimalisir penuaan dini lantaran kandungan antioksidan yang tinggi dapat melawan radikal bebas. Selain itu, mampu meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi insomnia, dan mengontrol tekanan darah.
Buah Durian yang selama ini dituding merusak, justru menyehatkan jantung karena menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Sebaliknya, beberapa orang malah tidak menyukai Durian karena bau menyengatnya.
"Durian punya aroma dan rasa yang belum tentu cocok bagi semua orang. Nutrisi buah Durian bisa mendukung kesehatan selama dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Meski terbukti memiliki beragam manfaat sehat, penderita diabetes perlu berhati-hati dengan buah Durian karena memiliki kadar gula yang tinggi sehingga berpotensi menyebabkan kadar gula darah naik," kata dr Muhammad Iqbal Ramadan melansir laman resmi Klikdokter, Jumat (7/5/2021).
Mengacu data Direktorat Perbenihan Hortikultura, hingga 2020, terdapat 104 varietas buah Durian di Indonesia yang resmi dilepas Kementerian Pertanian. Varietas pertama adalah durian Sunan yang dilepas tahun 1984 dan terakhir durian Serumbut pada 2019.
Dari ratusan jenis itu, banyak varietas buah bernama latin Durio zibethinus tersebut yang belum dilepas dan tidak diketahui banyak orang. Salah satunya adalah durian Mendolo.