Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang siswa Sekolah Rakyat Prof Soeharso Solo diperiksa kesehatannya melalui metode wawancara oleh nakes. (IDN Times/&/Fariz Fardianto)
Seorang siswa Sekolah Rakyat Prof Soeharso Solo diperiksa kesehatannya melalui metode wawancara oleh nakes. (IDN Times/&/Fariz Fardianto)

Intinya sih...

  • Ada siswa pemalu, introvert, ekstrovert, dan nakal di Sekolah Rakyat Jawa Tengah

  • Pemerintah membuka lowongan formasi tenaga pendidik Sekolah Rakyat karena minimnya jumlah guru

  • Sekolah Rakyat diklaim mampu memutus mata rantai kemiskinan dengan harapan perbaikan ekonomi bagi keluarga setelah lulus

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Sejumlah siswa kurang mampu yang mendapat akses belajar di Sekolah Rakyat wilayah Jawa Tengah diketahui tidak betah menempati asrama yang disediakan di lokasi sekolah tersebut. 

Berdasarkan pengakuan Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Dinsos Jateng, Isriadi Widodo, ada beberapa siswa yang introvert sehingga membutuhkan proses adaptasi yang lebih lama ketimbang siswa lainnya. 

Ia mencatat sampai sekarang ada sebanyak 1.275 siswa Sekolah Rakyat di 14 kabupaten/kota.

Namun, dalam perkembangannya terdapat lima siswa di tiap lokasi Sekolah Rakyat yang memilih pulang ke rumah asalnya dengan berbagai alasan. 

"Dari total 1.275 siswa ini, hanya ada lima siswa per titik Sekolah Rakyat yang mereka akhirnya milih balik ke rumahnya. Hal-hal ini memang tidak bisa kita bendung. Tetapi kita tetap berikan pendampingan ke siswa, supaya dapat diberikan pemahaman bagaimana proses sekolah itu untuk memperoleh cakrawala pengetahuan yang baru," kata Isriadi kepada IDN Times, Minggu (11/1/2026). 

1. Ada siswa yang pemalu, introvert, ekstrovert dan punya kepribadian nakal

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyapa para siswa Sekolah Rakyat Prof Soeharso Solo. (Dok. Humas Pemprov Jateng)

Lebih lanjut lagi, persoalan yang timbul di setiap Sekolah Rakyat ialah menampung anak-anak putus sekolah yang berasal dari warga miskin desil 1 dan desil 2. 

Biasanya, katanya siswa yang sudah lama putus sekolah membutuhkan penyesuaian karena sudah lama tidak bersinggungan dengan pembelajaran di sekolah. 

Kemudian ada sejumlah siswa Sekolah Rakyat yang memiliki kepribadian introvert dan ekstrovert. Dari assesment yang dilakukan Dinsos diketahui juga bahwa muncul siswa yang punya kepribadian baik. Namun ada yang nakal. 

"Umumnya ada juga yang pemalu. Maka ini perlu tenaga lebih untuk menjalani penyesuaian diri. Anak anak ini kan juga berlatar belakang dari keluarga yang berbeda-beda. Jadinya kami butuh banyak strategi untuk hadapi masalah-masalah yang muncul di Sekolah Rakyat," paparnya. 

2. Pemerintah buka loker formasi tenaga pendidik Sekolah Rakyat

Siswa Sekolah Rakyat Muhammad Glensky (13) di asrama Sentra Handayani Jakarta Timur (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Persoalan lainnya ialah jumlah tenaga pendamping dan guru di Sekolah Rakyat tergolong minim. Sebagai contoh di Sekolah Rakyat Kota Semarang, katanya memiliki 10 wali asrama dan 10 wali asuh yang menangani ratusan siswa dari beberapa jenjang. 

Oleh sebab itulah, pihaknya tahun 2026 kembali membuka lowongan kerja untuk formasi tenaga pendidik Sekolah Rakyat. 

3. Sekolah Rakyat diklaim mampu memutus mata rantai kemiskinan

Simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani Bampu Apus, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pihaknya berharap masyarakat kurang mampu kategori desil 1 dan desil 2 bersedia menyekolahkan anaknya ke Sekolah Rakyat guna memutus mata rantai kemiskinan. 

Dengan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, paling tidak setiap anak bisa melakukan perbaikan ekonomi bagi keluarganya. 

"Harapannya nanti setelah lulus si anak bisa berikan penguatan dan perbaikan ekonomi di keluarga masing-masing. Makanya kan Dinas Perumahan dan Permukiman juga ikut intervensi ke anak desil 1 dan 2 karena punya komitmen sama-sama menghapuskan resiko kemiskinan ekstrem dan kemiskinan di Jawa Tengah," pungkasnya. 

Editorial Team