Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Selain Matikan Tanpa Shutdown, 3 Kebiasaan Ini Bikin Baterai Laptop Bocor
ilustrasi laptop menampilkan berbagai data (pexels.com/Lukas Blazek)
  • Menggunakan laptop di kasur, sofa, atau bantal dapat menutup ventilasi, memicu panas berlebih, dan mempercepat penurunan kapasitas sel baterai Lithium-ion.
  • Membiarkan daya hingga 0 persen memberi tekanan tinggi pada sel baterai dan mempercepat berkurangnya siklus pengisian; pengisian disarankan saat 20–30 persen.
  • Charger KW atau berbeda spesifikasi dapat membuat arus tidak stabil, memicu panas dan baterai kembung; gunakan adaptor sesuai spesifikasi serta manfaatkan batas pengisian 80 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dalam jangka panjang

Penggunaan charger KW atau charger dengan spesifikasi daya yang tidak sesuai dapat memicu baterai kembung dan berisiko merusak motherboard.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tiga kebiasaan penggunaan laptop disorot karena dapat mempercepat kerusakan baterai: menaruh laptop di kasur atau bantal, membiarkan daya hingga 0 persen, serta memakai charger tiruan atau berbeda spesifikasi.
  • Who?
    Pengguna laptop untuk bekerja, sekolah, dan hiburan menjadi kelompok yang berisiko mengalami penurunan daya tahan baterai akibat kebiasaan tersebut.
  • Where?
    Risiko terjadi saat laptop digunakan di atas kasur, sofa, atau bantal, serta di lokasi panas seperti kendaraan yang terparkir di bawah terik matahari.
  • When?
    Kerusakan dapat berkembang ketika kebiasaan itu dilakukan berulang, terutama saat ventilasi tertutup, baterai habis total, atau pengisian memakai adaptor yang tidak sesuai.
  • Why?
    Ventilasi tertutup menahan panas, baterai 0 persen memberi tekanan tinggi pada sel kimia, dan arus charger tidak sesuai dapat membuat pengisian tidak stabil serta memanaskan komponen.
  • How?
    Gunakan laptop di permukaan keras atau cooling pad, isi daya saat 20–30 persen, pakai adaptor sesuai spesifikasi, aktifkan batas pengisian 80 persen, dan rutin bersihkan kipas dari debu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Laptop bisa cepat rusak baterainya kalau dipakai di atas kasur atau bantal, karena jadi panas. Baterai juga tidak boleh dibiarkan sampai 0 persen. Lebih baik dicas saat tinggal 20 sampai 30 persen. Charger palsu atau yang tidak cocok juga bahaya. Sekarang, pakai laptop di meja, charger asli, dan jaga supaya tetap sejuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dengan kebiasaan sederhana seperti memakai laptop di permukaan keras, mengisi daya sebelum baterai terlalu rendah, dan menggunakan adaptor sesuai spesifikasi, pengguna dapat membantu menjaga kesehatan baterai. Fitur pembatas pengisian, pembersihan kipas, serta penyimpanan di tempat sejuk juga memberi langkah praktis untuk mengurangi paparan panas yang merugikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times — Laptop telah menjadi perangkat pendukung utama untuk menunjang aktivitas bekerja, sekolah, hingga hiburan sehari-hari. Namun, keluhan mengenai daya tahan baterai laptop yang makin menurun (baterai bocor) hingga harus dicolok charger terus-menerus sering kali dialami oleh banyak pengguna.

Sebagian besar orang sudah memahami bahwa mematikan laptop secara langsung tanpa proses shutdown dapat merusak perangkat lunak sekaligus komponen baterai. Namun, ternyata ada kebiasaan-kebiasaan sepele lainnya yang sering diabaikan, padahal dampaknya sangat fatal bagi kesehatan baterai laptop.

Berikut tiga kebiasaan sepele yang tanpa disadari dapat membuat baterai laptop cepat rusak dan mengharuskan kamu membeli baterai baru:

1. Sering Memakai Laptop di Atas Kasur atau Bantal

ilustrasi laptop (unsplash.com/Dell)

Memang sangat nyaman memangku laptop di atas kasur, sofa, atau bantal saat bekerja atau menonton film. Namun, permukaan kain yang empuk akan menyumbat lubang ventilasi udara (exhaust fan) yang berada di bagian bawah dan samping laptop.

Dampaknya:

Suhu panas komponen mesin terperangkap di dalam dan tidak bisa terbuang.

Panas berlebih (overheating) tersebut langsung merambat ke sel baterai Lithium-ion.

Suhu tinggi secara konstan adalah musuh terbesar yang mempercepat degradasi sel kimia baterai, membuat kapasitas tampungnya merosot drastis.

Solusi: Selalu gunakan laptop di atas permukaan yang rata dan keras seperti meja kayu, atau gunakan cooling pad untuk membantu sirkulasi udara.

2. Membiarkan Baterai Habis Total Hingga 0 Persen

ilustrasi baterai laptop (pexels.com/pexels)

Memakai laptop sampai mati sendiri karena kehabisan daya (0 persen) dikenal dengan istilah deep discharge. Banyak pengguna menganggap hal ini biasa dan baru mencari pengisi daya setelah laptop mati total.

Dampaknya:

Setiap kali baterai menyentuh angka 0 persen, sel kimiawi di dalam baterai mengalami tekanan (stress) yang sangat tinggi.

Hal ini memotong jumlah siklus pengisian daya (charge cycle) jauh lebih cepat ketimbang pengisian daya normal.

Solusi: Usahakan untuk mulai menghubungkan pengisi daya saat persentase baterai berada di kisaran 20 hingga 30 persen.

3. Menggunakan Charger KW atau Berbeda Spesifikasi Watt

Charger Laptop (vecteezy.com/Muhammad Zaini)

Menggunakan charger tiruan (KW) atau meminjam charger laptop lain yang spesifikasi daya (wattage) dan tegangannya (voltage) tidak sesuai dapat berdampak buruk pada sirkuit baterai.

Dampaknya:

Aliran arus listrik yang masuk menjadi tidak stabil.

Charger dengan daya terlalu rendah membuat proses pengisian lambat dan cepat panas, sedangkan daya yang terlalu tinggi tanpa fitur pengatur otomatis dapat memicu lonjakan panas pada komponen baterai.

Dalam jangka panjang, hal ini memicu baterai kembung (swollen battery) hingga berisiko merusak motherboard.

Solusi: Selalu gunakan adaptor pengisi daya asli bawaan produsen laptop atau adaptor dari merek pihak ketiga yang terpercaya dengan spesifikasi daya yang sama persis.

4. Trik Sederhana Agar Baterai Laptop Tahan Bertahun-tahun

Seseorang yang bekerja di laptop dengan secangkir teh di dekatnya. (pexels/Tatiana Syrikova )

Aktifkan Fitur Battery Limit: Manfaatkan fitur pembatas daya bawaan laptop (seperti Asus Battery Health Charging, Lenovo Vantage, atau MSI Center) untuk membatasi pengisian daya maksimal di angka 80 persen jika laptop sering dipakai sambil dicolok listrik.

Rutin Bersihkan Debu Kipas: Debu yang menumpuk pada kipas pendingin membuat laptop lebih cepat panas.

Simpan di Tempat Sejuk: Hindari meninggalkan laptop di dalam kendaraan yang terparkir di bawah terik matahari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article