Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260109-WA0031.jpg
Salah satu tanggul berikat Lamicitra yang jebol saat ini ditambal memakai karung pasir. (IDN Times/Dok Humas Pelindo Pelabuhan Tanjung Emas)

Semarang, IDN Times - Sejumlah pabrik yang berada di dalam kawasan berikat Lamicitra terendam banjir karena elevasi air laut yang meninggi telah meluber masuk ke lokasi tersebut. 

Pihak Pelindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menyampaikan banjir dipengaruhi anomali tinggi air laut. Sehingga meluap masuk ke kolam retensi cluster 2 dan meluber ke area Lamicitra. 

General Manajer Pelindo Pelabuhan Tanjung Emas, S Joko mengatakan kini sudah melakukan pengamanan area terdampak, melokalisir genangan banjir menggunakan sand bag di area terdampak disusul dengan pekerjaan peninggian tanggul dengan menggunakan talut pasangan batu kali setinggi 1,2 meter untuk meminimaisir kejadian susulan. 

"Fokus kita memastikan air rob tidak masuk area pelabuhan dan mengurangi volume air yang sudah terlanjur masuk di area Lamicitra, meskipun ini fenomena alam yang memang rutin terjadi setiap tahunnya," kata Joko, Jumat (9/1/2026). 

Pelindo melakukan langkah cepat menangani banjir di Lamicitra. Salah satunya menyiagakan mesin pompa air untuk memompa air rob ke laut yang diperkirakan akan surut siang hari ini.

Ada 64 pompa banjir yang dioperasikan

Lebih lanjut, ia mengaku ada 64 unit mesin pompa air dengan kapasitas beragam mulai 150lt/detik hingga 800 lt/detik yang tersebar di sejumlah titik-titik rawan banjir. Mulai dari mulai dari titik jalan raya, terminal penumpang, Dermaga Samudera supaya area banjir berkurang.

"Kendati demikian, aktivitas bongkar muat dan kegiatan operasional lainnya masih berjalan dengan lancar, meskipun banyak pengendara sepeda motor milik karyawan area Lamicitra yang parkir di pinggir jalan di area Coaster Pelabuhan Tanjung emas,” ujar Joko.

Selain itu, pihaknya juga melakukan inovasi dan mitigasi untuk mengindari ancaman bencana alam dengan harapan dapat mengurangi dampak yang akan terjadi. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Semarang juga turut membantu dengan melakukan pembaruan cuaca yang uptodate mengenai perubahan iklim, cuaca, hingga prakiraan terjadinya pasang surut air laut di Pelabuhan Tanjung Emas.

Editorial Team