Semarang, IDN Times - Sejumlah pabrik yang berada di dalam kawasan berikat Lamicitra terendam banjir karena elevasi air laut yang meninggi telah meluber masuk ke lokasi tersebut.
Pihak Pelindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menyampaikan banjir dipengaruhi anomali tinggi air laut. Sehingga meluap masuk ke kolam retensi cluster 2 dan meluber ke area Lamicitra.
General Manajer Pelindo Pelabuhan Tanjung Emas, S Joko mengatakan kini sudah melakukan pengamanan area terdampak, melokalisir genangan banjir menggunakan sand bag di area terdampak disusul dengan pekerjaan peninggian tanggul dengan menggunakan talut pasangan batu kali setinggi 1,2 meter untuk meminimaisir kejadian susulan.
"Fokus kita memastikan air rob tidak masuk area pelabuhan dan mengurangi volume air yang sudah terlanjur masuk di area Lamicitra, meskipun ini fenomena alam yang memang rutin terjadi setiap tahunnya," kata Joko, Jumat (9/1/2026).
Pelindo melakukan langkah cepat menangani banjir di Lamicitra. Salah satunya menyiagakan mesin pompa air untuk memompa air rob ke laut yang diperkirakan akan surut siang hari ini.
