Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Semarang-Kendal Kolaborasi Ubah Sampah Jadi Listrik, Jateng Zero Waste
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Pemrintah Kabupaten Kendal, akan berkolaborasi melakukan pengolahan sampah menjadi energi listrik. (dok Pemprov Jateng)
  • Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, dan Pemkab Kendal menandatangani kolaborasi mengubah sampah menjadi energi listrik sebagai langkah menuju Jawa Tengah Zero Waste 2029.
  • Pemerintah menerapkan teknologi RDF sebagai solusi sementara, mengolah sampah jadi bahan bakar padat untuk industri sambil menunggu fasilitas listrik rampung dalam tiga tahun.
  • Proyek ini berdampak langsung bagi masyarakat dengan lingkungan lebih bersih, peningkatan kemandirian energi, serta terciptanya lapangan kerja baru di sektor pengolahan limbah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Kabar baik bagi warga Jawa Tengah, khususnya di wilayah Semarang Raya dan Kendal. Masalah sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan akan segera disulap menjadi sumber energi listrik. Langkah revolusioner ini resmi dimulai melalui penandatanganan kesepakatan kolaborasi antara Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, dan Pemkab Kendal di Kantor Gubernur, Sabtu (28/3/2026).

Proyek ambisius ini bukan sekadar wacana. Dengan dukungan teknologi ramah lingkungan, sampah yang menumpuk tidak lagi hanya dibuang di tanah terbuka (open dumping), melainkan diolah secara fundamental menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

1. Menuju Jawa Tengah Zero Waste 2029

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Pemrintah Kabupaten Kendal, akan berkolaborasi melakukan pengolahan sampah menjadi energi listrik. (dok Pemprov Jateng)

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari target nasional agar persoalan sampah tuntas pada 2029. Saat ini, timbulan sampah di Jateng mencapai 6,4 juta ton per tahun, namun baru 30 persen yang terkelola dengan baik.

“Kami telah membentuk Satgas Sampah. Untuk wilayah dengan volume sampah di atas 1.000 ton per hari seperti Semarang, kita gunakan pendekatan teknologi tinggi menuju energi listrik,” jelas Luthfi.

2. Solusi Transisi: Sampah Jadi Bahan Bakar (RDF)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Pemrintah Kabupaten Kendal, akan berkolaborasi melakukan pengolahan sampah menjadi energi listrik. (dok Pemprov Jateng)

Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut Jateng sebagai pelopor tata kelola sampah yang konkret. Sembari menunggu pembangunan fasilitas listrik selesai (estimasi 3 tahun), Pemprov Jateng sudah menjalankan solusi antara lewat teknologi RDF (Refuse Derived Fuel).

Apa itu RDF? Sampah diolah menjadi bahan bakar padat untuk industri (seperti pabrik semen). Wilayah Pilot yakni Banyumas, Cilacap, dan Magelang sudah mengoperasikannya.

Enam kabupaten lain di Jawa Tengah segera menyusul menggunakan teknologi ini.

3. Dampak Langsung bagi Masyarakat

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Pemrintah Kabupaten Kendal, akan berkolaborasi melakukan pengolahan sampah menjadi energi listrik. (dok Pemprov Jateng)

Kolaborasi ini sangat penting bagi masyarakat perkotaan dengan produksi sampah tinggi. Dengan beralih dari pola konvensional ke teknologi tinggi:

Lingkungan lebih bersih, mengurangi bau dan polusi dari tempat pemrosesan akhir (TPA). Selain itu juga kemandirian energi, sampah rumah tangga yang Anda hasilkan berkontribusi pada pasokan listrik regional. Dampak lain yakni ekonomi sirkular,pengelolaan sampah yang lebih modern membuka peluang lapangan kerja baru di sektor pengolahan limbah.

Editorial Team