Semarang, IDN Times – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan pengerukan sedimentasi di 33 sungai sampai dengan pertengahan Oktober 2026. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air menjelang puncak musim hujan.
Semarang Siaga Banjir, 284 Pompa Disiapkan dan 33 Sungai Dikeruk

Take a Deeper Read
1. Lima sungai masih dalam pengerukan
Dari 33 sungai tersebut, lima sungai lainnya masih dalam proses pengerukan hingga saat ini.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, pengerukan telah berlangsung selama beberapa bulan di wilayah Semarang bagian barat, timur, dan tengah. Sejumlah sungai yang masih dikerjakan di antaranya Kali Sier di Kecamatan Genuk dan Kali Semarang.
“Kami sudah beberapa bulan ini melakukan pengerukan saluran. Sampai saat ini tercatat ada 33 sungai yang sudah dikeruk di wilayah timur, barat, dan tengah. Lalu, masih ada lima sungai yang sedang dalam proses pengerukan, di antaranya Kali Sier di daerah Genuk dan Kali Semarang. Kami berupaya menuntaskan semuanya sebelum musim hujan nanti,” ungkapnya, Jumat (23/10/2026).
Selain pengerukan sungai, DPU Kota Semarang menyiapkan ratusan pompa untuk mempercepat penanganan genangan saat hujan deras.
2. Siagakan pompa statis, portabel, dan mobile pump
Armada yang disiagakan terdiri dari 139 unit pompa statis di rumah pompa, 139 unit pompa portabel, serta enam unit pompa mobil atau mobile pump yang dapat dikerahkan untuk penanganan darurat.
Suwarto menerangkan, mayoritas mesin pompa berada dalam kondisi baik. Namun, satu unit pompa berkapasitas besar di Kali Semarang masih menjalani perbaikan.
Menurut dia, proses perbaikan pompa tersebut telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai pada awal November 2026.
“Insyaallah ratusan pompa dalam kondisi baik. Cuma di Kali Semarang ada perbaikan satu unit pompa karena ukurannya besar sehingga memakan waktu. Namun saat ini sudah tahap finishing dan insyaallah pada awal November nanti sudah ready serta bisa langsung difungsikan,” terangnya.
3. Semarang Timur jadi prioritas penanganan banjir
Sementara, DPU Kota Semarang masih memprioritaskan penanganan banjir di wilayah Semarang bagian timur, terutama kawasan dari Banjir Kanal Timur (BKT) ke arah timur. Wilayah tersebut disebut menjadi salah satu kawasan yang kerap mengalami genangan.
Untuk mempercepat penurunan tinggi muka air saat hujan deras, DPU berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dalam upaya meningkatkan kapasitas pompa air di sejumlah titik.
“Fokus kami masih seperti tahun kemarin di wilayah timur, dari BKT ke arah timur karena sebagian besar banjir ada di sana. Namun, melalui kolaborasi dengan pusat dalam hal ini BBWS, sedikit demi sedikit genangan akan kita kurangi,” kata Suwarto.
Penambahan kapasitas pompa oleh BBWS Pemali Juana mencakup sejumlah rumah pompa, yakni Kali Tenggang, Kali Sringin, Gebangsari, Waru, Muktiharjo Kidul, dan Kandang Kebo.
DPU Kota Semarang menargetkan pengerukan sungai dan kesiapan sarana pengendali banjir dapat mendukung penanganan genangan saat curah hujan tinggi. Penyelesaian perbaikan pompa di Kali Semarang pada awal November menjadi salah satu pekerjaan yang ditunggu menjelang puncak musim hujan.
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Sungai Plumbon dan Silandak Meluap, Banjir Landa Tugu hingga Ngaliyan16 May 2026, 14:04 WIB