Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Di-Ghosting di Dating App? Hindari 3 Kesalahan Profil Ini Agar Langsung Match!
ilustrasi seseorang bermain dating app (unsplash.com/Yogas Design)
  • Profil dating app perlu menampilkan foto utama yang jelas, minim foto grup dan penutup wajah, serta dilengkapi foto full body atau aktivitas hobi.

  • Bio kosong, klise, atau pasif dapat menghambat pembuka percakapan; tuliskan 2–3 minat maupun kebiasaan spesifik agar calon match punya bahan menyapa.

  • Hindari daftar kriteria bernada negatif karena terkesan menuntut; setelah match, gunakan pertanyaan terbuka dari profil mereka dan responsif dalam 24–48 jam pertama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
pertama kali membuat akun

Sejumlah pengguna mengaku sulit mendapatkan match sejak membuat akun dating app.

24–48 jam pertama

Obrolan yang spesifik dan responsif pada periode awal disebut penting untuk membawa hubungan virtual menuju kencan pertama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tiga kesalahan profil di aplikasi kencan yang dikaitkan dengan minimnya match atau percakapan berakhir mendadak: foto tidak jelas, bio klise atau pasif, serta daftar kriteria bernada negatif.
  • Who?
    Pengguna Bumble, Tinder, Hinge, dan aplikasi kencan lain yang mencari pasangan atau teman mengobrol serta mengalami ghosting atau kesulitan memperoleh match.
  • Where?
    Di platform aplikasi kencan seperti Bumble, Tinder, dan Hinge; pembahasan ini disampaikan dari Semarang.
  • When?
    Evaluasi profil dilakukan saat pengguna membuat atau memperbarui akun. Respons percakapan disarankan berlangsung dalam 24–48 jam pertama setelah match.
  • Why?
    Foto grup atau wajah tertutup dapat membingungkan, bio kosong atau klise tidak memberi bahan percakapan, sedangkan kriteria negatif dapat menimbulkan kesan tidak ramah sebelum obrolan dimulai.
  • How?
    Gunakan foto close-up jelas, foto seluruh tubuh dan hobi; tulis minat spesifik; gunakan bahasa positif; lalu buka percakapan dengan pertanyaan terbuka berdasarkan bio atau foto match.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang yang pakai Bumble, Tinder, atau Hinge kadang ditinggal saat mengobrol. Foto harus jelas, jangan banyak foto ramai-ramai atau wajah tertutup. Bio juga jangan kosong atau cuma bilang “tanya saja”. Tulis hal yang disukai. Jangan tulis kata-kata marah. Setelah cocok, ajak ngobrol tentang hobi mereka dan balas cepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Profil dating app yang jernih, autentik, dan bernada positif dapat memberi ruang lebih besar bagi percakapan yang hangat sejak awal. Dengan menampilkan minat spesifik serta merespons detail profil match secara terbuka, pengguna memiliki bahan obrolan yang lebih personal, sehingga interaksi virtual terasa lebih hidup dan berpeluang berkembang menjadi pertemuan nyata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times — Mencari pasangan atau sekadar teman mengobrol di dating app seperti Bumble, Tinder, atau Hinge memang gampang-gampang susah. Tidak sedikit pengguna yang mengeluh sering mengalami ghosting—obrolan yang mendadak berhenti di tengah jalan—atau bahkan sulit mendapatkan match sama sekali sejak pertama kali membuat akun.

Sebelum menyalahkan algoritma aplikasi, tidak ada salahnya kamu mengevaluasi ulang tampilan profilmu. Sering kali, penyebab utama kamu sepi match atau mudah dilupakan calon pasangan berasal dari impresi awal yang kurang meyakinkan di profil.

Berikut 3 kesalahan utama saat menata profil dating app yang wajib kamu hindari agar tidak lagi di-ghosting dan cepat dapat match:

1. Memasang Foto Profil Misterius atau Terlalu Banyak Foto Grup

Ilustrasi dating app (Pexels.com/cottonbro)

Foto profil adalah 'pintu utama' yang menentukan apakah seseorang akan menggeser ke kanan (swipe right) atau ke kiri.

Hindari Foto Beramai-ramai pasalnya memajang foto bersama geng teman di urutan pertama hanya akan membuat calon match bingung menebak sosok yang pemilik akun sebenarnya.

Kurangi Aksesori Penutup Wajah karena foto menggunakan kacamata hitam, masker, atau kacamata ski di seluruh slide foto menimbulkan kesan ragu dan kurang percaya diri.

Solusi: Gunakan foto close-up jernih dengan senyuman alami sebagai foto utama. Pastikan pencahayaannya bagus dan perlihatkan juga foto diri penuh (full body) serta foto saat kamu sedang melakukan hobi favoritmu.

2. Bio Terlalu Singkat, Klise, atau Terkesan Pasif

ilustrasi Dating App (unsplash.com/helloimnik)

Bio yang kosong atau hanya diisi dengan kalimat klise seperti "Just ask me" atau "Gak suka basa-basi" adalah pemicu utama kegagalan obrolan.

Pentingnya Conversation Starter karena bio yang terlalu pendek membuat calon match kebingungan mencari bahan topik untuk membuka percakapan awal (icebreaker). Alhasil, obrolan awal cenderung membosankan seputar "Lagi apa?" yang berujung pada ghosting.

Solusi yakni dengan tuliskan 2–3 hal spesifik yang kamu sukai atau kebiasaan unikmu secara humoris. Misalnya, "Pencinta kopi tubruk, selalu siap diajak kulineran malam di Solo, dan sedang belajar main tenis." Informasi spesifik ini memberi umpan mudah bagi calon match untuk menyapa.

3. Mengisi Bio dengan Daftar Kriteria Negatif (Negative Prompting)

Infografis efektivitas Dating App (IDN Times/ Aditya Pratama)

Beberapa orang berniat bersikap tegas dengan menuliskan daftar hal-hal yang tidak mereka sukai di bio. Namun, cara ini justru sering dinilai sebagai dorongan red flag.

Kalimat seperti "Yang gak tinggi jangan swipe", "Gak suka sama orang yang slow respon", atau "No drama!" membuat profilmu terkesan judes, menuntut, dan membawa aura negatif sebelum obrolan dimulai.

Solusi yakni dengan fokuslah pada hal-hal positif yang kamu cari dan apa yang bisa kamu tawarkan dalam sebuah hubungan. Ubah kalimat negatif menjadi positif, seperti "Suka obrolan yang santai tapi hangat" atau "Mencari teman jalan yang seru diajak eksplor tempat makan baru."

Cara Mengubah Match Menjadi Kencan Nyata

Setelah memperbaiki profil dan mendapatkan match, pastikan kamu tidak membiarkan obrolan mengendap terlalu lama di kolom obrolan aplikasi. Cermati detail foto atau isi bio match-mu, lalu mulailah menyapa dengan pertanyaan terbuka yang berkaitan dengan minat mereka. Obrolan yang spesifik dan responsif dalam 24–48 jam pertama adalah kunci utama membawa hubungan virtual menuju kencan pertama di dunia nyata.

Curated For You

Editorial Team

Related Article