Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sering Mewek Dengar Lagu Galau Tiap Malam Minggu? Ini Alasan Medisnya

Kota Surakarta
3 min read
Sering Mewek Dengar Lagu Galau Tiap Malam Minggu? Ini Alasan Medisnya
(sedih dengar lagu) Foto oleh Ivan Samkov sumber:pexels
  • Otak memproses lagu sedih lewat sistem limbis; tangisan dapat memicu prolaktin dan oksitosin yang membantu menenangkan stres serta melepaskan emosi tertahan.

  • Lirik yang terasa relevan memberi validasi emosi dan menciptakan ikatan seolah penyanyi memahami pengalaman pribadi, sehingga empati kuat dapat memicu air mata.

  • Ekspektasi malam minggu, kesendirian, dan paparan kebahagiaan orang lain di media sosial dapat memperkuat overthinking; durasi lagu galau disarankan dibatasi dan diimbangi musik ceria.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times — Suasana malam minggu yang identik dengan malam penuh keceriaan dan waktu berkumpul bagi sebagian orang, justru kerap menjadi momen paling melankolis bagi yang lainnya. Menyalakan musik bertema patah hati atau lagu galau di kamar yang gelap sambil merenung sering kali berujung pada air mata atau overthinking tanpa henti.

Mendengarkan lagu sedih saat merasa kesepian memang memberikan sensasi candu tersendiri. Namun, tahukah kamu mengapa hal tersebut bisa terjadi? Di balik kebiasaan meresapi lirik sendu setiap malam minggu, ternyata ada penjelasan medis dan psikologis yang menarik untuk dibahas.

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

  1. 1. Respons Emosional Otak Terhadap Musik (Neurokimia di Balik Lagu Galau)

    ilustrasi seseorang yang sedang mendengarkan lagu galau (pexels.com/EGO AGENCY)
    ilustrasi seseorang yang sedang mendengarkan lagu galau (pexels.com/EGO AGENCY)

    Secara neurobiologis, otak manusia memproses musik melalui jaringan kompleks yang melibatkan pusat emosi atau sistem limbis, terutama amigdala dan hipokampus.

    Pelepasan Hormon Prolaktin dan Oksitosin: Saat kita mendengarkan lagu sedih dan menangis karenanya, tubuh merespons kesedihan tersebut dengan memicu pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin.

    Efek Menenangkan (Catharsis): Hormon-hormon ini memiliki efek penenang alami yang membantu meredakan stres fisik dan psikis. Menangis karena lagu galau sebenarnya adalah mekanisme pertahanan diri tubuh untuk melepaskan beban emosi yang tertahan (catharsis).

  2. 2. Fenomena Empathy Resonance dan Validasi Perasaan

    ilustrasi orang mendengarkan lagu galau (pexels.com/Ketut Subianto)
    ilustrasi orang mendengarkan lagu galau (pexels.com/Ketut Subianto)

    Bagi banyak orang, lagu galau berfungsi sebagai "cermin" yang memantulkan perasaan mereka yang sedang terluka, merasa kesepian, atau lelah secara emosional.

    Validasi Emosi: Ketika lirik lagu sejalan dengan apa yang sedang dirasakan, otak merasa divalidasi. Ada perasaan lega karena menyadari bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi rasa sakit atau kekecewaan tersebut.

    Empati Semu: Musik sedih menciptakan ikatan emosional seolah-olah sang penyanyi sedang menceritakan kisah hidup kita sendiri, sehingga memicu gelombang empati yang kuat dan berujung pada air mata.

  3. 3. Faktor Psikologis: Efek Social Comparison di Malam Minggu

    Ilustrasi mendengar lagu galau (Pexel.com/Ivan Samkov)
    Ilustrasi mendengar lagu galau (Pexel.com/Ivan Samkov)

    Malam minggu sering kali diasosiasikan secara sosial sebagai waktu untuk bersenang-senang dengan pasangan atau teman-teman di luar rumah.

    Tekanan Sosial: Ketika seseorang sedang menghabiskan malam minggu sendirian (alone time) di rumah, tekanan psikologis tak kasat mata dari ekspektasi sosial ini bisa meningkat.

    Memicu Overthinking: Suasana malam yang sunyi dipadu dengan paparan konten media sosial orang lain yang tampak bahagia membuat gelombang otak lebih rentan masuk ke fase reflektif berlebihan (overthinking), yang akhirnya memperkuat efek melankolis dari lagu galau yang diputar.

    Tips Sehat Menikmati Musik Galau Tanpa Bikin Mental "Down"

    Menikmati lagu sedih sesekali sah-sah saja dan justru bagus untuk pelepasan emosi. Namun, agar tidak berdampak buruk pada kesehatan mentalmu, terapkan tips berikut:

    Batasi Durasi: Jangan biarkan dirimu terjebak dalam daftar putar (playlist) lagu galau selama berjam-jam tanpa henti hingga larut malam.

    Imbangi dengan Musik Upbeat: Setelah meluapkan emosi dengan 2–3 lagu sendih, segera ganti dengan lagu berirama ceria untuk mengembalikan suasana hati (mood).

    Lakukan Journaling: Jika overthinking mulai mendominasi, tuangkan isi pikiran dan perasaanmu ke dalam buku harian agar kepala terasa lebih ringan.

    Jadi, tidak perlu merasa aneh jika kamu sering merasa ingin menangis saat mendengarkan lagu galau di malam minggu. Itu adalah cara alami tubuh dan pikiranmu untuk berproses serta menyembuhkan diri!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More